Suara.com - Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan mengatakan pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong adalah sosok yang keras kepala. Namun, menurut Iriawan, karakter keras yang ditunjukkan Shin Tae-yong adalah demi kebaikan timnas.
Sementara Pemain Bhayangkara Solo FC, Andik Vermansah, terus berharap agar kompetisi sepak bola di Indonesia bisa berjalan. Bahkan ia menyebut malu karena negara tetangga bisa melangsungkan kompetisi dalam situasi saat ini.
Berikut lima berita sepak bola hits dan menarik di kanal bola Suara.com, sepanjang Senin (7/12/2020) yang kami rangkum di bawah ini:
1. Ketum PSSI: Shin Tae-yong Keras Kepala, Tapi...
![Ketum PSSI Mochamad Iriawan (tengah) berbincang dengan Manajer Pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong di Stadion Madya, Jakarta, Sabtu (15/8/2020). [Dok. PSSI]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2020/08/15/50920-ketum-pssi-mochamad-iriawan-dan-shin-tae-yong.jpg)
Ketua Umum PSSI (Ketum PSSI) Mochamad Iriawan mengatakan pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong adalah sosok yang keras kepala. Namun, menurut Iriawan, karakter keras yang ditunjukkan Shin Tae-yong adalah demi kebaikan timnas.
Shin Tae-yong diperkenalkan sebagai pelatih Timnas Indonesia pada 28 November 2019 atau tidak lama setelah Iriawan terpilih sebagai Ketum PSSI.
2. Kompetisi di Indonesia Mandek, Andik Vermansah: Malu Sama Tetangga
![Winger Bhayangkara FC, Andik Vermansah saat melakoni latihan bersama tim di di Stadion PTIK, Jakarta, Selasa (4/2/2020). [Dok. Bhayangkara FC]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2020/02/04/58099-andik-vermansah.jpg)
Pemain Bhayangkara Solo FC, Andik Vermansah, terus berharap agar kompetisi sepak bola di Indonesia bisa berjalan. Bahkan ia menyebut malu karena negara tetangga bisa melangsungkan kompetisi dalam situasi saat ini.
Baca Juga: Calon Bek Timnas U-19 Debut di Liga Belanda dengan Kalahkan Ajax Amsterdam
Seperti diketahui, hampir dipastikan tak bakal ada kompetisi sepak bola profesional resmi hingga 2020 selesai. PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator memutuskan menunda kompetisi sampai Februari tahun depan.