Bali United Juara Liga 1 2019, Stefano Cugurra Teco Catat Rekor

Selasa, 03 Desember 2019 | 11:24 WIB
Bali United Juara Liga 1 2019, Stefano Cugurra Teco Catat Rekor
Pelatih Bali United Stefano Cugurra (kanan) didampingi pemainnya, Fadil Sausu (kiri) di sela konferensi pers di Surabaya, Senin (23/09/2019). (Foto Fiqih Arfani)
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Bali United memastikan diri menjadi kampiun Liga 1 2019 usai menang meyakinkan atas tuan rumah Semen Padang dengan skor 2-0 pada Senin (12/11/2019). Namun ada sebuah rekor yang ditorehkan dari kesuksesan Bali United tersebut.

Ya, Liga 1 2019 memang masih menyisakan empat pertandingan lagi. Namun, poin yang telah dikumpulkan oleh Bali United tidak akan bisa dikejar lagi oleh kontestan lainnya.

Hingga pekan ke-30, Bali United telah mengumpulkan 63 poin. Unggul jauh dari pesaing terdekat mereka Borneo FC yang mengemas 46 poin.

Pemain dan official tim Bali United merayakan kegembiraan mereka, pasca mengalahkan tuan rumah Semen Padang FC dan memastikan meraih gelar juara Liga 1 2019, di Stadion GOR H Agus Salim, Padang, Sumatera Barat, Senin (2/12/2019). Bali United mengunci gelar juara kompetisi Liga 1 2019 di pekan ke-30 setelah mengalahkan Semen Padang FC. ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra
Pemain dan official tim Bali United merayakan kegembiraan mereka, pasca mengalahkan tuan rumah Semen Padang FC dan memastikan meraih gelar juara Liga 1 2019, di Stadion GOR H Agus Salim, Padang, Sumatera Barat, Senin (2/12/2019). Bali United mengunci gelar juara kompetisi Liga 1 2019 di pekan ke-30 setelah mengalahkan Semen Padang FC. ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra

Kesuksesan tim berjuluk Serdadu Tridatu ini tidak lepas dari tangan dingin juru racik mereka Stefano Cugurra Teco. Pelatih asal Brasil ini juga mencatatkan rekor tersendiri.

Baca Juga: Bali United Juara Liga 1 2019, Teco Angkat Topi pada Spasojevic

Ia menjadi pelatih pertama yang berhasil merasakan gelar juara secara beruntun dengan dua tim berbeda. Sebelum bersama Bali United, Teco merasakannya musim lalu dengan Persija Jakarta.

Tentu, torehan ini cukup membanggakan. Apalagi, Teco mengawi karier kepelatihannya sebagai asisten, tepatnya pelatih fisik pada 2004 lalu bersama Persebaya Surabaya.

Hebatnya, kali itu Persebaya juga jadi juara saat ditangani oleh Jacksen F. Tiago sebagai pelatih kepala.

"Awal karier saya di Persebaya, benar-benar menjadi pembuka pintu di Indonesia. Saya dapatkan tiga piala di sana, meski saat itu bukan pelatih kepala, tapi pelatih fisik. Saya belajar banyak dari klub besar, seperti Persebaya," kata Teco.

Teco memberikan pembuktiannya di Persija kalau ia pelatih yang patut diperhitungkan. Musim pertama bersama Persija, belum ada trofi yang ia sumbangan.

Baca Juga: Djadjang Nurdjaman Sudah Prediksi Bali United Bakal Juara Liga 1 2019

Namun, ia sukses membawa Macan Kemayoran --julukan Persija-- berlaga di Piala AFC 2018. Barulah saat kompetisi Liga 1 2018, Persija superior di bawah asuhannya.

Tiga trofi berhasil disumbangkan, yaitu Boost Sportsfix Super Cup 2018 yang merupakan turnamen di antar klub di Malaysia. Lalu, Piala Presiden 2018 dan tentu yang sangat prestisius adalah Liga 1 2018.

Gelar di Persija tersebut begitu spesial. Bagaimana tidak, Pasukan Ibu Kota cukup lama tidak merasakan juara Liga Indonesia sebelum kedatangan Teco.

"Saya punya hasil sangat bagus di Persija, klub besar yang sudah tunggu lama untuk juara. Di sana kita kerja keras," Teco menjelaskan.

Kini, Teco menjadi pelatih pertama sejak era Liga Indonesia yang merasakan back to back. Namun, ia menjelaskan pencapaian ini berkat kerja keras seluruh elemen tim.

"Di Bali, targetnya hanya lima besar. Tapi kita kerja keras buat dapat hasil lebih bagus. Semua pemain mau juara dan kita dapatkan itu," ucapnya.

"Mereka (pemain) kerja keras di latihan dulu, baru kemudian di pertandingan," pungkas mantan pelatih Kedah KM Nazafc itu.

Daftar Pelatih Tim Juara Sejak Era Liga Indonesia:

1994/1995: Persib Bandung (Indra Tohir)
1995/1996: Bandung Raya (Henk Wullems)
1996/1997: Persebaya Surabaya (Rusdy Bahalwan)
1997/1998: Tidak Ada Kompetisi
1998/1999: Tidak Ada Kompetisi
1999/2000: PSM Makassar (Syamsuddin Umar)
2000/2001: Persija Jakarta (Sofyan Hadi)
2001/2002: Petrokimia Putra (Sergei Dubrovin)
2002/2003: Persik Kediri (Jaya Hartono)
2003/2004: Persebaya Surabaya (Jacksen F Tiago)
2004/2005: Persipura Jayapura (Rahmad Darmawan)
2005/2006: Persik Kediri (Daniel Roekito)
2006/2007: Sriwijaya FC (Rahmad Darmawan)
2008/2009: Persipura Jayapura (Jacksen F Tiago)
2009/2010: Arema FC (Robert Rene Alberts)
2010/2011: Persipura Jayapura (Jacksen F Tiago)
2011/12: Sriwijaya FC (Kas Hartadi)
2013: Persipura Jayapura (Jacksen F Tiago)
2014: Persib Bandung (Djajang Nurdjaman)
2015: Tidak Ada Kompetisi
2016 (ISC): Persipura Jayapura (Alfredo Vera)
2017: Bhayangkara FC (Simon McMenemy)
2018: Persija Jakarta (Stefano Cugurra Teco)
2019: Bali United (Stefano Cugurra Teco).

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI