Air Mata Luis Milla untuk Timnas Indonesia U-23

Syaiful Rachman Suara.Com
Sabtu, 25 Agustus 2018 | 16:09 WIB
Air Mata Luis Milla untuk Timnas Indonesia U-23
Pelatih timnas Indonesia U-22 Luis Milla (kedua kanan) menenangkan pemain seusai bertanding melawan Malaysia di semifinal SEA Games 2017 Kuala Lumpur di Stadion Shah Alam, Malaysia, Sabtu (26/8). [Antara]
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Kiprah timnas Indonesia U-23 di ajang Asian Games 2018 terhenti di babak 16 besar. Menghadapi Uni Emirat Arab di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Jum'at (24/8/2018), timnas Indonesia dipaksa menyerah lewat drama adu penalti.

Di pertandingan tersebut Indonesia sempat tertinggal lebih dulu setelah Zayed Alameri menjebol gawang Andritany Ardhiyasa lewat titik penalti di menit 20. Namun di awal babak kedua, Alberto Goncalves menyeimbangkan kedudukan menjadi 1-1.

Memasuki menit 63, keputusan kontroversial wasit Shaun Evans membuat berang Indonesia. Pengadil asal Australia itu kembali menunjuk titik putih bagi Uni Emirat Arab yang mengubah kedudukan menjadi 1-2.

Di masa injuri, upaya keras anak-anak asuh Luis Milla kembali membuahkan hasil. Menyambut umpan silang Saddil Ramdani, Stefano Lilipaly memaksa pertandingan dilanjutkan ke 2x15 menit.

Screenshot Instagram asisten pelatih timnas Indonesia U-23 Bima Sakti
Screenshot Instagram asisten pelatih timnas Indonesia U-23 Bima Sakti

Selepas 120 menit pertandingan, kedudukan 2-2 tetap bertahan sehingga pemenang ditentukan lewat drama adu penalti. Di ajang tos-tosan tersebut skuat Garuda Muda akhirnya menyerah 3-4 setelah dua eksekutor, yaitu Septian David Maulana dan Saddil Ramdani, gagal menunaikan tugasnya.

Kegagalan Indonesia yang diwarnai keputusan pengadil tentu terasa begitu menyakitkan. Air mata para pemain berlinang usai pertandingan, tidak terkecuali sang pelatih yang didatangkan dari Spanyol, Luis Milla.

Asisten pelatih timnas Bima Sakti mengungkapkan, kegagalan Indonesia menembus babak 16 besar membuat hati sang pelatih luluh lantak. Sebagaimana yang ditulisnya di akun Instagram bimasakti230176.

"Tetap semangat coach luis, ada hal yg mengharukan diruang ganti pemain tadi malam...beliau berkata : Saya sedih sekali...umur saya sudah 52 tahun banyak kenangan dalam sepak bola, sedih gak juara waktu main di la liga, sedih gak juara waktu main 2 kali di final liga champions, tapi beliau mengungkapkan sedihnya tidak seperti malam ini...lalu beliau menangis..." tulis Bima.

"Terimakasih coach luis mila atas dedikasi, perjuangan dan kecintaanmu buat Indonesia," sambung mantan penggawa timnas Indonesia itu.

Baca Juga: 4 Tahun Nikah Tak Punya Anak, Pasutri Ini Baru Tahu Caranya Salah

Pelatih Indonesia Luis Milla berteriak mengistruksikan pemainnya dari luar lapangan saat timnya berhasil menang telak 4-0 Indonesia pada pertandingan Grup A Asian Games ke-18 di Stadion Patriot, Bekasi Minggu (12/8). INASGOC/Charlie
Pelatih Indonesia Luis Milla berteriak mengistruksikan pemainnya dari luar lapangan saat timnya berhasil menang telak 4-0 Indonesia pada pertandingan Grup A Asian Games ke-18 di Stadion Patriot, Bekasi Minggu (12/8). INASGOC/Charlie

Sebagaimana diketahui, Milla diminta PSSI untuk melatih Indonesia dengan target tampil di partai semifinal Asian Games 2018. Gagal memenuhi target, nasib Milla pun menjadi tanda tanya besar.

Usai pertandingan, Milla sudah berpamitan. Meski PSSI belum mengambil keputusan untuk menyudahi atau melanjutkan kerjasamanya dengan mantan pemain Barcelona dan Real Madrid itu.

"Sementara ini saya tidak mau bilang dahulu masalah itu. Sampai sekarang belum ada yang datang untuk melakukan pembicaraan soal itu," kata Luis Milla dalam jumpa pers usai pertandingan, Jum'at (24/8/2018) di Stadion Wibawa Mukti.

"Saya nanti mau ada perpisahan dengan pemain karena mau pulang ke Spanyol. Saya belum tahu ke depannya bagaimana."

"Saya juga ucapkan terima kasih kepada teman-teman jurnalis kepada saya. Buat saya satu setengah tahun ini kalian sudah banyak bantu tim kami, kritik dari kalian sangat membantu kami," pungkasnya.

Meski gagal membawa Timnas Indonesia U-23 mencapai target semifinal Asian Games 2018, banyak publik Indonesia yang berharap PSSI mempertahankan Milla.

Dukungan untuk Luis Milla pun ramai di media sosial dengan tagar #SaveLuisMilla, mengomentari tweet dari akun Twitter PSSI, tak lama setelah Timnas Indonesia U-23 tersingkir di Asian Games 2018.

Pelatih tim sepak bola Indonesia, Milla Luis (kanan) peluk syukur kepada pesepak bola Ardhiyasa Andritany pada penyisihan Grup A cabang Sepak Bola Asian Games 2018 yang berlangsung di Stadion Patriot Bekasi Jawa Barat,Senin (20/8/2018). ANTARA FOTO/INASGOC/Hery Sudewo
Pelatih tim sepak bola Indonesia, Milla Luis (kanan) peluk syukur kepada pesepak bola Ardhiyasa Andritany pada penyisihan Grup A cabang Sepak Bola Asian Games 2018 yang berlangsung di Stadion Patriot Bekasi Jawa Barat,Senin (20/8/2018). ANTARA FOTO/INASGOC/Hery Sudewo

"YaAllah seneng banget lihatnya, masih banyak yg support timnas walau gatau kondisi di instagram sekarang kaya gimana. Tolong pak ketum PERTAHANKAN LUIS MILLA! #SaveLuisMilla," tulis pemilik akun @intannailulhaqq.

"Jangan ganti Milla. Dia sudah memberikan ruh baru utk permainan timnas. Keliatan bgt hasil kerjanya. Masih ada AFF. #SaveLuisMilla," cuit akun @Ariffi90.

"Semenjak Timnas @PSSI di tangani Luis Milla kita tak lagi melihat timnas yg di menit 75 ke atas loyo lagi, permainan penuh ngotot menjadi ciri khas Timnas kita sekarang. Menurut hemat saya tak adil dengan hasil Asian games ini Luis Milla dipecat, semua butuh proses #SaveLuisMilla," tulis @AfifCokib.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI