- Nilai tukar rupiah dibuka melemah ke level Rp17.943 per dolar AS pada pagi Kamis 15 Oktober 2026.
- Pelemahan rupiah dipicu oleh kenaikan inflasi konsumen Amerika Serikat yang lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya.
- Analis memperkirakan pergerakan rupiah berada di kisaran Rp17.850 hingga Rp18.000 per dolar Amerika Serikat.
Suara.com - Nilai tukar rupiah masih belum bangkit terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pagi ini, Kamis, 15 Oktober 2026. Padahal, mayoritas mata uang Asia menguat di Pasar Keuangan.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah dibuka ke level Rp17.943 per dolar AS, melemah 40 poin atau turun 0,22 persen dibandingkan penutupan sebelumnya Rp17.903.
Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan pelemahan rupiah didorong oleh kenaikan inflasi di Amerika Serikat.
"Rupiah diperkirakan dibuka melemah terhadap dolar AS setelah data menunjukkan kenaikan pada inflasi konsumen AS yang lebih tinggi dari perkiraan memicu kenaikan pada ekspektasi suku bunga the Fed," ujarnya saat dihubungi Suara.com.
![Rupiah dan dolar Amerika Serikat. [Antara]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/07/22/76918-rupiah-dan-dolar.jpg)
Lukman menambahkan investor juga masih mengantisipasi data inflasi produsen AS malam ini. Ia memperkirakan, rupiah bergerak di kisaran Rp17.850-Rp18.000.
Sementara itu, mayoritas mata uang menguat terhadap dolar AS pagi ini. Yen Jepang menguat 0,42 persen, baht Thailand menguat 0,29 persen, dolar Singapura menguat 0,26 persen, yuan China menguat 0,06 persen.
Lalu, dolar Hong Kong menguat 0,01 persen dan ringgit Malaysia menguat 0,01 persen terhadap dolar AS. Sedangkan, Filipina melemah 0,33 persen dolar Taiwan melemah 0,46 persen dan won Korea melemah 0,74 persen.