Jumlah Kendaraan 'Mudik' Tinggalkan Jabodetabek Tahun Ini Meningkat Dibandingkan 2024

M Nurhadi Suara.Com
Senin, 31 Maret 2025 | 18:52 WIB
Jumlah Kendaraan 'Mudik' Tinggalkan Jabodetabek Tahun Ini Meningkat Dibandingkan 2024
Ilustrasi [ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah/tom]
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) sebagai bagian dari PT Jasa Marga (Persero) Tbk resmi memberlakukan sistem buka tutup pintu masuk contraflow (lawan arah) di Ruas Tol Jakarta-Cikampek (Japek) KM 47 hingga KM 65 arah Cikampek. Kebijakan ini diambil sebagai bentuk dukungan terhadap diskresi Kepolisian dalam mengantisipasi lonjakan arus mudik Lebaran 2025.

Ria Marlinda Paallo, Vice President Corporate Secretary & Legal PT JTT, menjelaskan bahwa kebijakan ini mulai diberlakukan sejak pukul 13.07 WIB hari ini. "Kami sepenuhnya mendukung kebijakan diskresi Kepolisian dengan menerapkan sistem contraflow untuk menjamin kelancaran arus mudik Idul Fitri 1446 H," ujar Ria dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin (31/3).

Sebelumnya, petugas sempat menutup sementara pintu masuk contraflow di KM 55 pada pukul 12.30 WIB untuk melakukan penyesuaian arus lalu lintas. Ria menambahkan, "Kami terus memantau perkembangan situasi dan akan melakukan penyesuaian sesuai kebutuhan untuk memastikan kelancaran arus mudik."

PT JTT juga mengimbau para pemudik untuk memperhatikan beberapa hal penting:

  • Memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima sebelum bepergian
  • Memeriksa kecukupan bahan bakar dan daya kendaraan listrik
  • Memastikan saldo uang elektronik mencukupi
  • Mematuhi semua rambu lalu lintas dan arahan petugas di lapangan
  • Mengutamakan keselamatan berkendara selama perjalanan

Data terbaru dari PT Jasa Marga menunjukkan peningkatan signifikan volume kendaraan yang meninggalkan wilayah Jabotabek. Selama periode H-10 hingga H-2 Lebaran (21-29 Maret 2025), tercatat sebanyak 1.638.643 kendaraan melintasi empat gerbang tol utama:

  • GT Cikampek Utama (arah Trans Jawa)
  • GT Kalihurip Utama (arah Bandung)
  • GT Cikupa (arah Merak)
  • GT Ciawi (arah Puncak)

Angka ini menunjukkan kenaikan 25,6% dibandingkan arus normal (1.305.019 kendaraan) dan meningkat 0,9% dari periode yang sama tahun 2024 (1.623.417 kendaraan). Peningkatan volume kendaraan ini menjadi pertimbangan utama dalam penerapan sistem contraflow untuk mengurai kemacetan.

Sistem contraflow sendiri merupakan solusi temporer dengan memanfaatkan lajur darurat dan bahu jalan sebagai jalur tambahan kendaraan. Penerapan ini diharapkan dapat:

Memperlancar arus kendaraan menuju Cikampek
Mengurangi titik-titik kemacetan di ruas tol tersebut
Meminimalisir risiko kecelakaan akibat kepadatan lalu lintas

PT JTT berkomitmen untuk terus berkoordinasi dengan Kepolisian dan instansi terkait dalam memantau perkembangan arus mudik. Masyarakat juga dihimbau untuk memanfaatkan aplikasi Jasa Marga atau menghubungi call center 24 jam di 14080 untuk mendapatkan informasi terkini mengenai kondisi lalu lintas.

Baca Juga: Tol Japek Padat Saat Lebaran, Contraflow Diberlakukan di KM 47-65, Tol Cipali Ramai Lancar

Panduan Keselamatan Mudik dan Arus Balik Lebaran 2025

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI