Dengan meningkatnya tekanan dari berbagai pihak, banyak yang berharap bahwa pemerintahan AS dapat mempertimbangkan kembali kebijakan tarif ini dan lebih mengedepankan negosiasi bilateral sebagai solusi yang lebih menguntungkan bagi semua pihak.
Sementara itu, para produsen otomotif Eropa terus memantau perkembangan situasi ini dan bersiap menghadapi berbagai kemungkinan yang dapat terjadi dalam waktu dekat.
Apa dampaknya terhadap Indonesia?
Indonesia adalah salah satu negara dengan industri otomotif yang berkembang pesat, baik dalam produksi maupun ekspor kendaraan. Berdasarkan data Gaikindo, Indonesia mengekspor lebih dari 500.000 unit kendaraan per tahun, terutama ke negara-negara ASEAN, Timur Tengah, dan Amerika Selatan.
Namun, jika tarif baru AS terhadap kendaraan Eropa memicu perang dagang, maka permintaan global dapat menurun, yang pada akhirnya berimbas pada ekspor otomotif Indonesia.
Selain itu, Indonesia banyak mengimpor komponen otomotif dari Eropa, Jepang, dan China. Jika tarif tinggi mempengaruhi aliran perdagangan global, maka harga komponen dapat meningkat. Hal ini sejalan dengan teori rantai pasok global (Global Value Chain) yang menyatakan bahwa hambatan perdagangan dapat memperlambat arus barang, meningkatkan biaya produksi, dan mengurangi efisiensi manufaktur.
Ditambah lagi, sebagai efek dari kebijakan proteksionisme AS, beberapa produsen otomotif Eropa mungkin mempertimbangkan diversifikasi produksi mereka ke negara-negara dengan kebijakan perdagangan yang lebih terbuka, seperti Indonesia. Hal ini berpotensi meningkatkan investasi langsung asing (FDI) di sektor manufaktur otomotif Indonesia.
Menurut teori keunggulan komparatif David Ricardo, perusahaan akan memilih lokasi produksi yang lebih menguntungkan secara ekonomi, termasuk negara dengan tenaga kerja yang lebih kompetitif dan kebijakan investasi yang lebih ramah.
Jika biaya produksi kendaraan global meningkat akibat tarif impor AS, maka harga mobil impor di Indonesia juga bisa naik. Hal ini dapat mempengaruhi daya beli masyarakat serta pertumbuhan pasar kendaraan di dalam negeri.
Baca Juga: Dari Mudik Gratis Hingga Diskon Tarif Tol, Ini Cara Pemerintah Pastikan Arus Lalu Lintas Lancar