Ermy melanjutkan, sepanjang tahun lalu Perseroan mengerjakan 68 proyek berjalan dengan total nilai sebesar Rp44,7 triliun. Sebanyak 61 persen di antaranya merupakan proyek konektivitas, 20 persen Sumber Daya Air (SDA), 17 persen gedung, dan dua persen Engineering, Procurement, and Construction (EPC), serta proyek anak usaha.
Sementara, total proyek yang diresmikan selama 2024 sebanyak 12, dengan empat di antaranya merupakan bendungan yang berfungsi sebagai penyuplai air irigasi. Bendungan tersebut mencakup Karian, Margatiga, Leuwikeris, dan Temef. Waskita juga menyelesaikan tiga proyek irigasi pada tahun lalu. Proyek tersebut meliputi Daerah Irigasi (DI) Salamdarma, Kamojing, serta Mrican.
Proyek penting lainnya yang diresmikan pada 2024, yaitu jalan tol. Pertama Jalan Tol Serpong-Cinere Seksi 2 sepanjang 3,64 kilometer (km) dan Cimanggis-Cibitung sepanjang 26,18 km.
Waskita turut meresmikan empat proyek gedung pada tahun lalu. Sebut saja Gedung Kantor Balai Penerapan Standar Instrumen Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BPSILHK) Mataram, Revitalisasi Gedung Kantor Besar Lama dan Kantor Direksi PT Bukit Asam Tbk di Tanjung Enim, Sumatera Selatan, Gedung Hotel Saka dan Apartemen Duren Tiga, lalu jelang penutupan 2024, proyek ikonik Waskita yaitu
Terowongan Silaturahim Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral diresmikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.
Sebagai BUMN Konstruksi yang berpengalaman lebih dari 64 tahun membangun infrastruktur, Ermy menegaskan, Waskita tidak hanya fokus pada penyelesaian proyek dan meningkatkan kinerja keuangan. Perseroanjuga terus melakukan kegiatan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
“Waskita menyadari bahwa kinerja sosial harus berjalan beiringan dengan kinerja keuangan perusahaan,” tutur Ermy. Ia menuturkan, kegiatan sosial Waskita yang dilakukan melalui Unit TJSL terbagi menjadi dua program, yaitu Penyaluran dana TJSL Non Program Pendanaan Usaha Mikro dan Kecil (PUMK) serta Penyaluran Dana PUMK.
Disebutkan, Perseroan telah menyalurkan bantuan sosial sekitar Rp4,41 miliar yang terdiri dari Penyaluran dana TJSL PUMK sebesar Rp2,9 miliar dan Penyaluran dana TJSL Non-PUMK sebesar Rp1,5 miliar.
“Kegiatan TJSL Waskita tidak hanya fokus pada pemberdayaan UMKM, tapi juga pendidikan dan lingkungan. Kami pun selalu cepat tanggap merespons kondisi darurat seperti bencana alam,” lanjut Ermy.
Baca Juga: Kelola Aset Ratusan Triliun, Setoran PPKGBK ke Negara Kecil, DPR Pertanyakan Direksi
Sepanjang tahun lalu, TJSL Perseroan mendapat sejumlah apresiasi. Di antaranya Penghargaan TJSL & CSR Awards Kategori Bintang 4 Pilar Ekonomi oleh BUMN Track juga Penghargaan TOP SDGs Awards Kategori SDGs Initiative Implementation CSR/TJSL Funds oleh INFOBRAND.***