- Master of Business Administration (MBA) in Finance and Strategic Planning – Wharton School, University of Pennsylvania, AS
- Bachelor's Degree in Physics and Theology – Tulane University, AS
Pengalaman Profesional
- Equity Portfolio Manager, Capital Group (1994–sekarang)
- Research Director & Equity Investment Analyst, Capital Group (1994–sekarang)
- Konsultan, SRI International and Strategic Planning Associates (1989–1994)
Pencapaian
- Memiliki pengalaman lebih dari 33 tahun sebagai Equity Portfolio Manager di Capital Group.
- Berfokus pada investasi di Asia, khususnya di sektor telekomunikasi dan pasar negara berkembang seperti Indonesia, Filipina, Malaysia, dan Selandia Baru.
- Diakui atas kontribusinya dalam dunia investasi dan pendidikan, menjadikannya tokoh berpengaruh di bidang keuangan global.
Apa itu Danantara?
Daya Anagata Nusantara, atau disingkat Danantara, adalah badan pengelola investasi strategis yang dibentuk oleh pemerintah Indonesia pada 24 Februari 2025.
Tujuan utama pendirian Danantara adalah mengonsolidasikan dan mengoptimalkan investasi pemerintah untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
Nama "Danantara" sendiri memiliki makna filosofis: "Daya" berarti energi atau kekuatan, "Anagata" berarti masa depan, dan "Nusantara" merujuk pada Tanah Air Indonesia. Dengan demikian, Danantara mencerminkan kekuatan ekonomi yang menjadi energi masa depan Indonesia.
Tujuan dan Strategi Danantara
Danantara bertujuan untuk meningkatkan efisiensi aset negara, menarik investasi global, dan memperkuat daya saing Indonesia di sektor-sektor strategis.
Badan ini dirancang untuk beroperasi dengan pendekatan profesional dan menerapkan prinsip tata kelola yang baik (good governance).
Baca Juga: Jejak Karier Djamal Attamimi, Bono Daru Adji dan Stefanus Ade, Tiga Holding Investasi Danantara!
Sebagai "superholding" BUMN, Danantara mengelola aset-aset negara dengan nilai mencapai sekitar $900 miliar, yang mencakup kepemilikan pemerintah di berbagai perusahaan milik negara terkemuka seperti Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Negara Indonesia (BNI), Pertamina, PLN, dan Telkom Indonesia.