Gathering Nasional Kawasan Industri 2025 menjadi wadah strategis bagi para pemangku kepentingan untuk berdiskusi mengenai tantangan dan peluang dalam pengembangan kawasan industri. Beberapa isu yang dibahas antara lain kebutuhan infrastruktur yang memadai, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta kebijakan pemerintah yang mendukung investasi di sektor industri.
Para peserta juga merumuskan strategi dan rekomendasi kebijakan untuk memperkuat daya saing kawasan industri di Indonesia. Salah satu rekomendasi utama adalah perlunya sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan lembaga keuangan seperti BRI untuk menciptakan ekosistem industri yang lebih baik.
Dengan sinergi antara BRI dan HKI, diharapkan kawasan industri di Indonesia dapat berkembang lebih cepat dan berkelanjutan. Langkah ini tidak hanya mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional, tetapi juga menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Kami berharap kolaborasi ini dapat menjadi contoh bagi pihak lain untuk bersama-sama mendorong pertumbuhan industri nasional. Dengan dukungan semua pihak, kami yakin Indonesia dapat mencapai target pertumbuhan ekonomi 8% pada periode 2025-2029," tutup Amam Sukriyanto.
Penandatanganan MoU antara BRI dan HKI menjadi langkah strategis dalam memperkuat ekosistem industri nasional. Melalui dukungan pembiayaan berkelanjutan dan layanan perbankan yang komprehensif, BRI siap mendorong pertumbuhan kawasan industri yang berdaya saing tinggi dan ramah lingkungan. Dengan sinergi ini, diharapkan Indonesia dapat mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal di pasar global.