Suara.com - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengakui memang proyek sistem bayar tol tanpa setop atau Multi Lance Free Flow (MLFF) terbuang dari daftar Proyek Strategis Nasional.
Dirinya menyebut, kemungkinan tak masuknya MLFF sebagai prioritas, karena jalannya proyek tersebut sempat mandek.
Adapun, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto telah menetapkan 77 PSN yang tertuang pada Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 12 Tahun 2025 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2025-2029.
"Mungkin kemarin diusulkan, tapi tidak terjadi atau tidak ada eksekusinya. Kan sebenarnya kemarin berhenti. Kita ngomong MLFF ya, bukan ngomong yang lain. Mungkin karena itu kemudian sementara ditiadakan," ujarnya dalam konferensi pers di Kantor Kementerian PU, Jakarta, Jumat (21/2/2025).
Namun, Dody menyebut, meski terlempar dari PSN, proyek MLFF tetap bisa masuk prioritas. Hal ini, jika proyek MLFF ini bermanfaat bagi masyarakat luas.
"Kalau proyek yang kira-kira ke depan akan bermanfaat ya kan tinggal diusulkan PSN," jelas dia.
Menurut Dody, proyek MLFF memang harus dibenahi dari awal, agar mengetahui permasalahan. Sehingga, jika memang lanjut, proyek bisa berjalan tanpa hambatan kembali.
"Kalau MLFF itu kan sesuatu yang harus saya telanjangin dulu gitu. Kita telanjang tau masalahnya apa, kita benahin tata kelolanya, baru kita bisa menginformasikan kepada Pak Presiden (Prabowo), kepentingnya seperti apa, kemudian manfaatnya seperti apa, dan kita bisa melanjutkan sebagai PSN," jelas dia.
Baca Juga: Daftar Proyek Era Prabowo Subianto, Ada 'Warisan' Mantan Presiden Jokowi