Tak Hanya 7 Perusahaan, Danantara Akan Pegang Seluruh Aset BUMN Akhir Maret 2025

Achmad Fauzi Suara.Com
Kamis, 27 Februari 2025 | 17:46 WIB
Tak Hanya 7 Perusahaan, Danantara Akan Pegang Seluruh Aset BUMN Akhir Maret 2025
Wakil Menteri BUMN/Direktur Operasional Danantara, Dony Oskaria/(Suara.com/Achmad Fauzi).
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Direktur Operasional BPI Danantara, Dony Oskaria menyebut, lembaganya tak hanya memegang aset tujuh BUMN saja. Akan tetapi, bilang dia, Danantara akan memegang seluruh aset perusahaan BUMN.

Dia menargetkan, pengelolaan aset milik BUMN ke Danantara akan selesai pada Maret 2025.

"Proses ini diharapkan selesai pada akhir bulan Maret. Dengan demikian, seluruh BUMN akan berada dalam satu entitas pengelolaan," ujarnya Dony di BNI Investor Daily Roundtable, Kamis (27/2/2025).

Dia menjelaskan, holding operasional dalam Danantara itu bersinggungan dengan aksi investasi. Dony bilang, holding operasional dan investasi berjalan sendiri-sendiri.

Baca Juga: Dituding Berebut Kekuasaan dengan Rosan Roeslani di Danantara, Erick Thohir Buka Suara

"Dengan demikian, masyarakat dapat memahami bahwa operasional BUMN tidak akan bercampur dengan investasi. Struktur ini telah didesain sejak awal untuk menghindari pencampuran risiko," kata dia.

Wakil Menteri BUMN ini menuturkan, holding operasional memastikan model bisnis BUMN berjalan sesuai target yang ditetapkan. Dirinya juga akan menelaah pendapatan, model bisnis, hingga proyeksi di masa mendatang.

Selanjutnya, Dony akan mengelompokan dan mengkonsolidasi masing-masing bisni. Sehingga, menyatukan bisnis-bisnis BUMN yang serupa agar bisa menjadi kompetitif.

"Sebagai contoh, terdapat banyak perusahaan karya, logistik, dan asuransi yang memiliki bisnis yang sama tetapi skala yang kecil. Konsolidasi ini akan meningkatkan daya saing dan efisiensi perusahaan-perusahaan itu," pungkas Dony.

Baca Juga: Bakal Ada Pihak Asing yang Jadi Pengawas Danantara

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI