Dukung Kesehatan Masyarakat, Waskita Karya Garap Proyek Rumah Sakit Mulai RSCM, Fatmawati, Sampai Tana Tidung

Kamis, 27 Februari 2025 | 16:44 WIB
Dukung Kesehatan Masyarakat, Waskita Karya Garap Proyek Rumah Sakit Mulai RSCM, Fatmawati, Sampai Tana Tidung
(Dok: Waskita Karya)
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - PT Waskita Karya (Persero) Tbk mendukung Asta Cita Presiden terkait penguatan di bidang kesehatan. Salah satunya dengan membangun sejumlah gedung rumah sakit di Tanah Air, seperti RSUD Tigaraksa

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tigaraksa adalah hasil karya Waskita yang telah beroperasi dan bermanfaat bagi banyak orang. Proyek yang terletak di Kabupaten Tangerang, Banten, itu mampu mengakomodasi pelayanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah Kecamatan Tigaraksa, Solear, Cisoka, Jambe, dan Cikupa.

"RSUD Tigaraksa ini melengkapi rumah sakit yang ada di Kabupaten Tangerang. Maka kini 1,5 juta penduduk di sana semakin dekat dengan fasilitas kesehatan," ujar Corporate Secretary Waskita Karya Ermy Puspa Yunita dalam keterangan resmi, Rabu (26/2/2025).

Ia menambahkan, proyek yang selesai dibangun pada 2023 itu berada di dalam kawasan pusat Pemerintah Kabupaten Tangerang, di atas lahan seluas 4,9 hektar (ha). RSUD Tigaraksa memiliki lima lantai dengan 117 tempat tidur rawat inap, yang terdiri dari 76 tempat tidur kelas III, 12 kelas I, enam tempat tidur VIP, serta dua

Baca Juga: Waskita Bina 600 UMKM, Dorong Partisipasi dalam INACRAFT 2025

VVIP.

(Dok: Waskita Karya)
(Dok: Waskita Karya)

Juga tersedia 16 tempat tidur intensif seperti Intensive Care Unit (ICU), ICCU, HCU, PICCU, dan NICU. Selanjutnya dua ruang Radiologi, dua ruang perawatan ibu dan anak, serta didukung 21 tempat tidur IGD, Laboratorium, pelayanan kesehatan umum, Poli gigi, Poli mata, THT, bedah, paru, jantung, juga penyakit dalam.

Tidak hanya RSUD Tigaraksa, Perseroan turut berperan dalam pembangunan Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr Cipto Mangunkusumo (RSCM) di Jakarta. Pada 2023 lalu, Waskita menyelesaikan pengerjaan Gedung Central Medical Unit 3 (CMU3) atau Gedung Kanigara RSCM.

Pembangunan proyek senilai Rp252 miliar itu, kata Ermy, memerlukan waktu selama empat bulan. Adapun lingkup pekerjaan Waskita mencakup site development, struktur arsitektur, mekanikal elektrikal, plumbing, serta interior.

"Kami bangga bisa menjadi bagian dari pembangunan salah satu rumah sakit terbesar dan terlama di Jakarta yang sudah berdiri sejak tahun 1919. Pak Menteri Kesehatan Budi Guna Sadikin pun mengapresiasi kami yang sudah berhasil menyelesaikan proyek ini dengan baik," jelasnya.

Baca Juga: Hadirkan Tas Berbahan Plastik Daur Ulang di INACRAFT 2025, Produk UMKM Binaan Waskita Diborong Pembeli Mancanegara

Ermy mengungkapkan, Gedung Kanigara RSCM sudah difungsikan menjadi Transplantation Center serta Layanan Pusat Pengampu Diabetes Melitus, Urenefro, dan Gastro Hepato. Dimanfaatkan pula sebagai layanan bedah ICU yang terpusat.

(Dok: Waskita Karya)
(Dok: Waskita Karya)

Selama masa pandemi Covid-19, lanjut Ermy, Waskita juga berperan dalam pembangunan ruang isolasi. Di antaranya Ruang Rawat Isolasi RSUP Fatmawati, Jakarta. Ruangan yang berada di Gedung Anggrek Lantai VI itu dibangun sebagai tindak lanjut dalam meningkatkan perlindungan dan pelayanan terhadap masyarakat terdampak Covid-19.

Proyek yang dikerjakan selama 30 hari ini memiliki 26 kamar dengan 43 tidur. Lalu ada sekitar lima fasilitas penunjang meliputi laboratorium, nurse station, ruang dokter, dan ruang ganti staff.

"Ruang isolasi tersebut dibangun dengan standar ruang isolasi. Maka terdapat clean room bersistem negative pressure sesuai ketentuan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes)," tuturnya.

Ia menambahkan, RS Darurat Covid-19 di Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta juga dibangun Waskita guna mengendalikan infeksi penyakit menular. Proyek tersebut berada di Tower 6 yang memiliki 24 lantai seluas 40.300 meter per segi (m2) dan terdiri dari 650 unit kamar berkapasitas 1.750 pasien.

"RS Darurat Covid-19 dibangun guna mengantisipasi jumlah penderita yang saat itu terus meningkat. Pengerjaan RS tersebut pun dikebut, agar bisa segera digunakan," jelasnya.

Sebagai BUMN Konstruksi, tegas Ermy, Waskita terus berkomitmen memberikan kontribusi terhadap kesejahteraan sekaligus peningkatan kualitas kehidupan masyarakat melalui pembangunan infrastruktur. 

Perlu diketahui, Perseroan mempunyai pengalaman panjang dalam pembangunan RS, di antaranya RS Cahya Kawaluyan di Padalarang, RSUD Pasar Minggu di Jakarta, serta RS Darurat Covid-19 Pulau Galang di Batam.

Baru-baru ini, Perseroan pun kembali dipercaya untuk mengerjakan proyek peningkatan kualitas bangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Akhmad Berahim Tana Tidung, yang terletak di ujung perbatasan Indonesia, yakni di Kalimantan Utara. 

"Ke depannya, Waskita akan terus mendukung kesehatan masyarakat melalui pembangunan rumah sakit yang aman, nyaman, dan sesuai standar yang ditetapkan Kementerian Kesehatan. Perseroan menyadari, menjaga kualitas kehidupan bangsa termasuk kesehatan merupakan tugas kita bersama," tutur Ermy.

Sejumlah RS lainnya yang juga dibangun oleh Waskita Karya mencakup RS Universitas Sumatera Utara di Medan, RS Universitas Sebelas Maret di Surakarta, RS Semen Padang di Padang, Samarinda Medical Centre, RS Sentul City di Bogor, RS Dr. Sardjito di Yogyakarta, serta RS Advent di Bandung. 

Waskita turut mengerjakan RSUD Kota Tangerang, RS Badung di Bali, RS dr. Muhammad Zein Painan di Sumatera Barat, RS Dr. (HC) Ir. Soekarno di Pangkal Pinang, dan Menara Proteksi Indonesia di Jakarta.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI