Suara.com - Inovasi berkelanjutan di bidang energi, lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat terus dikembangkan Badak LNG, Anak Perusahaan Subholding Upstream Pertamina, sebagai bentuk komitmen mewujudkan industri LNG berkelanjutan (sustainable LNG industry) yang ramah lingkungan serta berdampak positif bagi komunitas sekitar.
Pada tahun 2024, Badak LNG berhasil mengoptimalkan efisiensi energi di kilang yang berdampak pada penurunan konsumsi energi sebesar 218.207 GigaJoule, pengurangan penggunaan air sebanyak 5.198 m3, dan penekanan emisi hingga 4.207 ton CO2 eq.
Di sektor sosial dan lingkungan, Badak LNG meluncurkan Jaka Samudra (Jaringan Kawasan Sistem Pelampung Akuakultur Modern Ramah Lingkungan).
Program ini berupa bagan apung modern yang dirancang sebagai solusi bagi masyarakat pesisir, khususnya para nelayan di kampung Tihi-Tihi agar dapat mencari nafkah meski kondisi cuaca tidak bersahabat.
Baca Juga: Pemerintah Berencana Stop Ekspor LNG, Pengamat Energi: Memang ini Harus Dilakukan
Program Jaka Samudra memanfaatkan limbah non-B3 yaitu pipa FRP (Fiber-reinforced Polymer) dan polyurethane untuk digunakan sebagai bahan pelampung bagan apung.
Penggunaan limbah non-B3 tersebut dapat membuat pelampung bertahan hingga 40 tahun dibandingkan dengan pelampung konvensional.
Bagan apung modern ini juga dilengkapi dengan sensor pintar untuk mendeteksi kebocoran, kemiringan struktur, serta menggunakan panel surya sebagai sumber energi.
Manfaat yang dihasilkan pun signifikan, warga kampung Tihi-Tihi kini mampu mengembangkan restoran apung dan wisata bahari yang mampu meningkatkan hasil pemasukan berupa kenaikan hasil tangkap ikan menjadi Rp9 juta per bulan, dan pendapatan restoran mencapai Rp119 juta.
Dari sisi lingkungan, inovasi tersebut juga berhasil menekan emisi gas rumah kaca termasuk pengurangan 0,26 ton CO2eq per tahun dari pemanfaatan limbah FRP.
Baca Juga: Diperiksa Kasus LNG Pertamina, KPK Gali Kejujuran Ahok soal Ini
Atas berbagai upaya dan inovasi-inovasi tersebut di atas, Badak LNG kembali mencatatkan prestasi gemilang dengan meraih PROPER Emas dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) Republik Indonesia, menjadikannya pencapaian ke-14 secara berturut-turut sejak 2011.
PROPER Emas merupakan penghargaan tertinggi yang diberikan kepada perusahaan atas kinerja pengelolaan lingkungan hidup dan pemberdayaan masyarakat melebihi yang telah disyaratkan. Penghargaan tersebut diserahkan oleh Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq.
Tidak hanya itu, President Director & CEO Badak LNG Achmad Khoiruddin juga dianugerahi penghargaan Green Leadership yang diberikan kepada pemimpin perusahaan yang menunjukkan kepemimpinan kuat dalam mendorong kebijakan dan implementasi inovasi lingkungan yang berkelanjutan.
Achmad Khoiruddin mengatakan bahwa penghargaan yang diraih perusahaan adalah upaya dalam memberikan kontribusi lingkungan dan sosial.
“Ini bukti dari keseriusan perusahaan dalam rangka melakukan pengembangan atas masyarakat sekitar dan mengoptimalkan limbah yang dihasilkan untuk dimanfaatkan kembali,” ungkapnya ditulis Rabu (26/2/2025).
Ia juga mengungkapkan rasa syukur dan harapannya atas prestasi tersebut.
"Terima kasih kepada seluruh pemangku kepentingan dan insan Badak LNG yang telah berusaha cerdas dan keras untuk meraih PROPER Emas ke-14 dan mempertahankan capaian beruntun tersebut. Ke depan mari terus kita tingkatkan kontribusi perusahaan dalam pelestarian lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitar,” tambahnya.
Pencapaian PROPER Emas ke-14 merupakan bukti dan realisasi atas komitmen perusahaan dalam menerapkan praktik keberlanjutan, mendukung mitigasi perubahan iklim, serta memastikan keseimbangan antara industri energi, kelestarian lingkungan, dan juga sosial.