Tak hanya itu, teknologi Radio Frequency Identification (RFID) juga diimplementasikan untuk mengoptimalkan layanan KA kontainer, memperkuat komitmen KAI Logistik dalam menghadirkan solusi logistik yang efisien dan berkelanjutan.
Sebagai bagian dari penerapan Good Corporate Governance (GCG), KAI Logistik juga telah mengimplementasikan Whistle Blowing System (WBS) untuk mencegah pelanggaran kode etik dan tindak korupsi.
“Selain itu, di awal tahun ini, KAI Logistik berhasil meraih sertifikasi SNI ISO 37001:2016 Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) dari Sucofindo, yang semakin memperkuat komitmen perusahaan dalam tata kelola yang bersih dan berintegritas,” lanjut Dwi.
“Penghargaan dengan mengusung tema digital sustainability ini semakin memperkuat komitmen KAI Logistik dalam menghadirkan solusi logistik yang ramah lingkungan melalui berbagai inovasi digital. Lebih lanjut, KAI Logistik juga berkomitmen untuk terus menjalankan program CSR yang sejalan dengan nilai-nilai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Dengan semangat KAI Logistik, ispossible! kami yakin bahwa semua dapat terwujud bersama KAI Logistik, termasuk menciptakan masa depan yang lebih berkelanjutan,” tutup Dwi.