FKP 2025: Mangrove Berperan Penting dalam Transisi Energi

Iwan Supriyatna Suara.Com
Sabtu, 18 Januari 2025 | 08:38 WIB
FKP 2025: Mangrove Berperan Penting dalam Transisi Energi
Ilustrasi: hutan mangrove. (commons.wikimedia.org)
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Transisi energi berkaitan erat dengan pelestarian mangrove. Mangrove memainkan peran penting dalam menyerap dan menyimpan karbon dari atmosfer, membantu mengurangi dampak perubahan iklim. Ekosistem mangrove yang sehat dapat mengurangi dampak kenaikan permukaan air laut dan cuaca ekstrem yang dapat mengancam infrastruktur energi, terutama di wilayah pesisir. 

Indonesia telah berkomitmen untuk mencapai Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060. Untuk mencapai target ini, transisi energi menjadi agenda penting yang harus dijalankan. Salah satu fokus utama dalam transisi energi Indonesia adalah mengurangi ketergantungan pada pembangkit listrik tenaga batu bara dan meningkatkan pemanfaatan energi terbarukan.

Sebuah diskusi bertajuk “Prospek Transisi Energi: Perspektif Nasional dan Regional di Indonesia" menghadirkan pemahaman dan diskusi mengenai prospek transisi energi nasional. 

FKP 2025 menjadi wadah bagi para akademisi, pembuat kebijakan, peneliti, dan praktisi pembangunan untuk bertukar gagasan, mempresentasikan hasil penelitian, dan membahas topik-topik relevan dengan kebijakan, terutama terkait perubahan iklim di Papua dan Indonesia.

Acara ini menghadirkan tiga mitra penelitian KONEKSI yang turut mempresentasikan hasil riset mereka, yaitu Universitas Papua (UNIPA), the World Resources Institute (WRI), dan Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Universitas Indonesia (LPEM UI).

Aplena Elen Siane Bless dari UNIPA pada forum ini menjelaskan bahwa mangrove adalah ekosistem pesisir paling produktif di planet ini, yang menyediakan jasa ekosistem berharga dan terkait dengan aktivitas sehari-hari masyarakat lokal. Dan dalam pelestariannya, perempuan sangat penting untuk dilibatkan.

"Ekosistem mangrove sangat dihargai oleh perempuan asli Papua sebagai sumber mata pencaharian, pendapatan, kebutuhan sehari-hari, habitat fauna, pengobatan tradisional, dan memiliki makna budaya," kata Aplena ditulis Sabtu (18/1/2025).

Ahmad Dhiaulhaq dari WRI menyampaikan hal senada terkait pentingnya menjaga keseluruhan ekosistem, dari hulu hingga hilir, termasuk ekosistem mangrove. Beliau memperkenalkan konsep "Ridge to Reef", yaitu dari pegunungan hingga terumbu karang.

"Transisi energi berkaitan erat dengan pelestarian lingkungan secara menyeluruh," kata Ahmad.

Baca Juga: Percepat Transisi Energi Hijau, Geely Perluas Pangsa Pasarnya di Indonesia

Transisi energi merupakan harapan kita bersama dan tidak terlepas dari upaya pelestarian lingkungan secara holistik. Dengan mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan, transisi energi yang dilakukan dengan baik dapat membantu menjaga kesehatan dan keberlanjutan ekosistem dari pegunungan hingga terumbu karang.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI