Gojali juga mengakui mengalami sejumlah tantangan ketika melakukan penyaluran door to door ini. Kendala medan menjadi salah satu tantangan utama.
"Banyak rumah penerima berada di pelosok atau gang sempit, sehingga kami sering harus berjalan kaki bersama pendamping PKH," tambahnya.
Selain itu, Gozhali mengungkapkan kerap mendapat keluhan warga yang tidak mendapatkan bantuan karena tidak masuk dalam daftar penerima. Ia pun berharap ke depannya agar penyaluran bansos ini dapat diperluas sehingga lebih banyak lagi masyarakat yang mendapatkan bantuan.
"Kadang ada warga yang merasa layak menerima, tapi tidak mendapat bantuan. Itu membuat kami sedih. Harapannya, ke depan penyaluran bisa lebih merata," tuturnya.
Salah satu KPM di Depok bernama Maryati mengapresiasi proses penyaluran bansos di Kantorpos. Ia merasa mudah ketika mendapat bantuan yang disalurkan oleh Kantorpos.
"Pengambilan bantuan di Kantorpos lebih mudah. Karyawannya ramah, dan bantuan langsung diberikan tunai," ujarnya.
Maryati mengaku bantuan yang diterima akan digunakan untuk kebutuhan membeli sembako dan pendidikan anak.
"Untuk membeli kebutuhan bahan makanan sehari-hari, juga untuk keperluan anak sekolah," tuturnya.
Senada dengan Maryati, KPM lainnya, Sadeli, merasa sangat terbantu dengan bansos ini. "Proses di Kantorpos lebih nyaman dibandingkan di tempat lain. Tidak perlu khawatir bantuan tidak cair," kata nya.
Baca Juga: Kantorpos Salurkan Bansos PKH dan Sembako di Batam secara Door to Door dan Langsung
Sadeli mengaku telah mendapat bantuan sebesar Rp400 ribu. Menurutnya, bantuan tersebut didapatnya dengan proses yang mudah.