DPR Diduga Dapat Aliran Dana CSR Bank Indonesia

Senin, 30 Desember 2024 | 10:23 WIB
DPR Diduga Dapat Aliran Dana CSR Bank Indonesia
BI buka suara mengenai dana csr yabg dikorupis (Foto: Rina Anggraeni/Suara.com)
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Bank Indonesia (BI) buka suara mengenai perkembangan pemberitaan terkait penyalahgunaan pemanfaatan CSR yang disalurkan.

Hal ini dikarenakan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa dua anggota Komisi XI DPR sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi dana corporate social responsibility Bank Indonesia (CSR BI). Keduanya yaitu Anggota Komisi XI dari Fraksi Gerindra Heri Gunawan dan Anggota Komisi XI dari Fraksi Nasdem, Satori.

Usai diperiksa, terungkap bahwa BI menyalurkan dana CSR-nya melalui Komisi XI. Menanggapi itu, Kepala Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso mengatakan PSBI adalah program sosial yang dilakukan secara sistematis dan terencana melalui aktifitas  pemberdayaan masyarakat dan kepedulian sosial.

Menurutnya proses  pemberian PSBI senantiasa dilakukan sesuai tata kelola/ketentuan yang benar, mencakup tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi dengan menjunjung tinggi prinsip keterbukaan, akuntabilitas, dan kemanfaatan.

"Setiap awal tahun, Rapat Dewan Gubernur memutuskan tema (arah dan prioritas) dan komposisi alokasi anggaran per pilar PSBI," kata Ramdan dalam siaran pers yang diterima, Senin (30/11/2024).

Selanjutnya, dalam tataran implementasi, penyaluran bantuan sosial ditujukan kepada pihak-pihak yang memenuhi persyaratan.

" Pemohon adalah lembaga/organisasi/kelompok (bukan perorangan) yang punya identitas yang disahkan oleh pejabat berwenang, serta memiliki program kerja konkret/jelas sesuai dengan ruang lingkup PSBI dan tidak bertentangan dengan tujuan/tugas Bank Indonesia atau ketentuan yang berlaku," imbuhnya.

Apalagi, PSBI memiliki 3 pilar yaitu  pilar  pertama, Program Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat. Kata dia, program  ini bertujuan mendukung kapasitas ekonomi masyarakat, melalui pengembangan komoditas pangan strategis dan lainnya.

Pilar kedua yaitu program kepedulian sosial melalui program bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan dengan cakupan pendidikan, kebudayaan, keagamaan, kesehatan, lingkungan hidup, dan penanganan bencana.

Baca Juga: Jelang Akhir Tahun, Modal Asing RI Sudah Hengkang Rp 4,31 Triliun

Pilar ketiga adalah program sdm unggul yang bertujuan mendukung peningkatan pengetahuan masyarakat.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI