Batu Kerikil Sritex Demi Tak Kibarkan Bendera Putih

Jum'at, 20 Desember 2024 | 13:34 WIB
Batu Kerikil Sritex Demi Tak Kibarkan Bendera Putih
Ribuan karyawan PT Sritex Tbk saat menggelar Istighosah. (Suara.com/Ari Welianto)
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Selain itu ekuitas PT Sritex juga mencatatkan defisiensi modal sebesar -US$ 980,56 juta.

Porsi paling besar dalam utang Sritex berada di bank. Hingga 30 Juni 2024, tercatat ada 28 bank yang memiliki tagihan kredit jangka Panjang atas Sritex dengan nilai dengan nilai sebesar US$ 809,99 juta atau sekitar Rp 12,72 triliun.

Kondisi beban utang yang besar menjadi salah satu faktor utama yang mendorong Sritex ke jurang pailit. Upaya restrukturisasi utang menjadi tantangan tersendiri, terutama dalam kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih.

Perusahaan pun berharap mendapatkan dukungan pemerintah dalam bentuk kebijakan yang lebih mendukung industri tekstil nasional.

Namun, nasib Sritex masih belum pasti, banyak pihak berharap perusahaan ini dapat bangkit kembali dan berkontribusi bagi perekonomian Indonesia. Keberadaan Sritex sangat penting bagi ribuan karyawan dan masyarakat di sekitarnya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI