Suara.com - Perencanaan finansial yang matang sangat penting agar keuangan Anda tetap aman dan kebutuhan bisa terpenuhi. Tanpa perencanaan tersebut, penghasilan yang dimiliki akan terasa cepat habis dan sewaktu-waktu berisiko mengganggu keuangan Anda saat kondisi darurat.
Selain menabung, ada banyak instrumen investasi yang bisa Anda manfaatkan untuk persiapan masa depan.
Sesuai namanya, investasi membuat keuanganmu tumbuh seiring dengan laba yang dihasilkannya. Berikut adalah jenis investasi yang dapat dijadikan sebagai instrumen untuk mencapai tujuan finansial Anda di masa depan.
1. Reksa dana
Salah satu jenis investasi yang populer digunakan adalah reksa dana. Instrumen ini merupakan wadah untuk menghimpun dana masyarakat pemodal yang dikelola dan diinvestasikan oleh manajer investasi dalam portofolio surat berharga, efek atau saham.
Terdapat beberapa jenis reksa dana dengan keunggulan dan potensi risikonya.
Pertama, reksa dana pasar uang adalah investasi berupa pengelolaan portofolio pada obligasi kurang dari 1 tahun dan deposito. Tipe ini cocok bagi Anda yang ingin berinvestasi dalam jangka pendek atau sebagai simpanan dana darurat karena tingkat risikonya rendah dan dapat dicairkan secara fleksibel atau setiap saat.
Kedua, reksa dana pendapatan tetap, yaitu jenis investasi pada surat utang pemerintah dan korporasi. Reksa dana ini memiliki potensi pendapatan secara reguler karena dikelola manajer investasi yang profesional. Instrumen ini bisa menjadi pilihan tepat bagi Anda yang ingin mendapatkan passive income secara berkelanjutan dan risiko yang terukur.
Ketiga, reksa dana campuran adalah investasi yang mengoptimalkan alokasi portofolio ke saham, obligasi pemerintah, obligasi korporasi, dan pasar uang. Manajer Investasi secara berkala menyeimbangkan alokasi portofolio antara saham dan obligasi agar tetap selaras dengan tujuan investasi.
Investasi ini bisa menjadi alternatif tepat bagi Anda yang ingin menabung untuk masa pensiun, dana pendidikan, atau tujuan keuangan jangka menengah hingga jangka panjang.
Keempat, reksa dana saham, yakni investasi dengan porsi portfolio lebih besar dialokasikan pada ekuitas atau saham. Banyak perusahaan membayar dividen sehingga memberikan sumber pendapatan tambahan selain pertumbuhan modal (capital gain).
Baca Juga: BRI Insurance Dorong Peningkatan Ekonomi Pesantren di bidang Peternakan Sapi dan Pangan
Pengelolaan portofolio reksa dana juga lebih mudah dibandingkan mengelola saham secara individual. Oleh karena itu, investasi ini bisa menjadi pilihan tepat untuk yang ingin berinvestasi jangka panjang minimal lima tahun ataupun yang memiliki risk appetite yang tinggi.