Produksi dan Ekspor CPO di Agustus 2024 Naik 10,2 Persen, Stok Berkurang

Iwan Supriyatna Suara.Com
Selasa, 22 Oktober 2024 | 16:18 WIB
Produksi dan Ekspor CPO di Agustus 2024 Naik 10,2 Persen, Stok Berkurang
Minyak kelapa sawit disebut tidak berbahaya. (Shutterstock)
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) merilis produksi CPO bulan Agustus 2024 mencapai 3.986 ribu ton, naik 10,2% dibandingkan produksi bulan JuIi sebesar 3.617 ribu ton, demikian juga dengan produksi PKO naik menjadi 391 ribu ton dari 344 ribu ton pada bulan Juli.

Sampai dengan bulan Agustus, produksi tahun 2024 adalah 34.522 ribu ton atau 4,86% lebih rendah dari periode yang sama tahun 2023 yaitu dari 36.287 ribu ton.

Total konsumsi dalam negeri naik 30 ribu ton dari 2.030 ribu ton pada bulan Juli menjadi 2.060 ribu ton pada bulan Agustus 2024.

Untuk keperluan konsumsi pangan naik 88 ribu ton dan untuk oleokimia turun 2 ribu ton sedangkan untuk biodiesel turun 56 ribu ton dari 1.035 ribu ton menjadi 979 ribu ton.

Secara YoY sampai dengan bulan Agustus, konsumsi dalam negeri tahun 2024 mencapai 15.571 ribu ton atau 1,94% lebih tinggi dari tahun 2023 sebesar 15.274 ribu ton.

Konsumsi untuk pangan mencapai 6.665 ribu ton atau 4,51% lebih rendah dari tahun lalu sebesar 6.980 ribu ton, oleokimia 1.484 atau lebih rendah 1,85% dari tahun sebelumnya sebesar 1.512 ribu ton, sedangkan biodiesel mencapai 7.421 ribu ton lebih tinggi 639 ribu ton (9,42%) lebih tinggi dari lebih tinggi dari tahun sebelumnya sebesar 6.782 ribu ton.

Total ekspor mengalami kenaikan dari 2.241 ribu ton pada Juli menjadi 2.384 ribu ton pada bulan Agustus atau naik sebesar 6,35%.

Kenaikan terjadi pada produk olahan CPO yang naik sebesar 79 ribu ton dari 1.589 ribu ton pada bulan Juli menjadi 1.668 ribu ton pada bulan Agustus, diikuti CPO yang naik dengan 48 ribu ton menjadi 222 ribu ton dari 174 ribu ton pada bulan Juli dan oleokimia yang naik 41 ribu ton menjadi 440 ribu ton dari 399 ribu ton pada bulan Juli.

Kenaikan volume ekspor menghasilkan kenaikan nilai ekspor menjadi $2.540 juta dari $1.976 juta pada bulan Juli yang juga didukung oleh kenaikan harga rata-rata dari $1.024/ton di bulan Juli menjadi $1.048/ton cif Roterdam di bulan Agustus.

Baca Juga: Meneropong Industri Kelapa Sawit, GAPKI Kembali Gelar IPOC 2024

Menurut negara tujuannya, kenaikan ekspor terbesar terjadi untuk tujuan India yang naik 170 ribu ton menjadi 462 ribu ton setelah turun 490 ribu ton pada bulan sebelumnya. Kenaikan ekspor juga terjadi untuk tujuan Pakistan dengan 62 ribu ton menjadi 286 ribu ton setelah turun 65 ribu ton pada bulan sebelumnya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI