Akses Modal Inklusif, UMKM Dongkrak Ekonomi
Buku “Transformasi Pembiayaan UMKM: Daya Ungkit Menuju Kemapanan” ini menjadi sumber inspirasi dan referensi bagi kalangan UMKM yang ingin lebih memahami bagaimana pembiayaan dapat menjadi daya ungkit untuk mencapai kemapanan usaha. Dilengkapi dengan berbagai inovasi dan terobosan pembiayaan yang relevan dengan perkembangan zaman, buku ini memberikan wawasan berharga bagi pelaku usaha mikro dan kecil yang ingin meningkatkan daya saing mereka, baik di pasar nasional maupun internasional.
Sebagaimana ditegaskan dalam buku ini, keberhasilan UMKM tidak hanya tergantung pada kemampuan inovasi para pelakunya, tetapi juga pada dukungan sistem pembiayaan yang inklusif dan berkelanjutan. Oleh karena itu, program pembiayaan seperti KUR Klaster dan skema rantai pasok memainkan peran penting dalam memastikan UMKM dapat berkembang lebih jauh dan memberikan kontribusi yang signifikan bagi perekonomian nasional.
Pembiayaan adalah salah satu kunci dalam mendukung keberhasilan UMKM yang mampu sustain dan berkelanjutan. Sejumlah studi dan pendapat pakar memperkuat pandangan bahwa akses terhadap pembiayaan inklusif dan berkelanjutan merupakan salah satu faktor penting yang mendukung pertumbuhan UMKM.

Laporan Bank Dunia pada tahun 2020 menjelaskan bahwa akses terhadap pembiayaan adalah salah faktor penting sekaligus penghambat UMKM di negara-negara berkembang. Laporan tersebut menunjukkan bahwa lebih dari 70% UMKM di negara-negara berkembang menghadapi keterbatasan modal untuk mendukung ekspansi usaha mereka.
Bank Dunia menyoroti pentingnya program-program yang memberikan akses keuangan kepada pelaku UMKM, seperti skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang diterapkan di Indonesia. Studi ini menegaskan bahwa program KUR mampu meningkatkan produktivitas dan pendapatan UMKM, terutama di sektor pertanian dan manufaktur .
Selain itu, International Finance Corporation (IFC), organisasi di bawah Bank Dunia, dalam laporannya tentang inklusi keuangan global belum lama ini menyebutkan bahwa usaha yang memiliki akses pembiayaan formal mencatat peningkatan produktivitas hingga 40%.
Dalam konteks inovasi dan pertumbuhan usaha, Joseph Schumpeter, pengamat ekonomi terkemuka, berpendapat bahwa inovasi dan akses terhadap modal adalah dua faktor penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Dalam teorinya, yang dikenal sebagai "Teori Inovasi Ekonomi", Schumpeter menekankan bahwa akses terhadap modal memungkinkan pelaku usaha untuk terus berinovasi, yang berdampak pada akselerasi pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan. Pandangan ini sangat relevan dengan isi buku Transformasi Pembiayaan UMKM, yang menyoroti pentingnya akses pembiayaan dalam mendukung inovasi di sektor UMKM .
Sejalan dengan itu, penelitian oleh Kementerian Koperasi dan UKM (2021) juga menemukan bahwa pelaku UMKM yang memiliki akses pembiayaan cenderung lebih tahan guncangan ekonomi, seperti yang dialami pada masa pandemi COVID-19. UMKM yang memiliki akses ke program pembiayaan seperti KUR dan pembiayaan berbasis teknologi memiliki peluang lebih besar untuk bertahan dan berkembang di tengah situasi sulit. Hal ini mendukung premis utama buku bahwa keberhasilan UMKM sangat bergantung pada sistem pembiayaan yang dapat menjawab kebutuhan mereka secara inklusif dan berkelanjutan.
Baca Juga: Dedikasi untuk UMKM, Kunci BRI Raih Gelar The Best State-Owned Enterprise
Secara keseluruhan, pendapat para pakar dan temuan riset ini sejalan dengan pesan inti dari buku "Transformasi Pembiayaan UMKM: Daya Ungkit Menuju Kemapanan", yang menyoroti bahwa pembiayaan bukan hanya soal pemberian modal semata, tetapi merupakan elemen penting dalam membangun ekosistem yang mendukung pertumbuhan berkelanjutan bagi UMKM.