"Saya diminta datang ke sekolah untuk menjadi perwakilan, bersama beberapa teman lain yang juga menerima beasiswa Ayo Sekolah untuk berangkat ke kantor PTBA. Saya dan teman-teman menghadiri undangan sosialisasi beasiswa. Dalam sosialisasi baru diketahui nama program beasiswanya adalah Bidiksiba," tambahnya.
Bidiksiba sendiri merupakan program beasiswa pendidikan yang diberikan PTBA kepada siswa lulusan SLTA atau sederajat, yang berasal dari keluarga prasejahtera di sekitar wilayah operasi perusahaan.
Saat sosialisasi itulah, Tutia mengetahui bahwa PTBA memberikan bantuan bagi anak-anak berprestasi yang ingin melanjutkan sekolah.
"Ketika sosialisasi itu, saya memastikan biaya apa saja yang akan ditanggung oleh PTBA dan saya mendapat jawaban bahwa semua biaya ditanggung, mulai dari pendaftaran untuk ikut tes, yang saat itu masih disebut SBMPTN (Seleksi Bersama Masuk PTN) sampai meraih gelar sarjana," katanya lagi.
"Dari pendaftaran sampai berangkat tes, saya mandiri, tidak ditemani oleh ibu, karena ibu harus bekerja dan mengurus adik-adik saya. Saat itu, saya mendaftar di Universitas Sriwijaya, karena kampus itu yang ditawarkan oleh PTBA. Saya lulus dan masuk sebagai mahasiswa pada Fakultas Ekonomi Jurusan Akuntansi pada tahun 2013 dan lulus pada April 2017," kata Tutia lagi.
Ia menambahkan, PTBA menyiapkan dana beasiswa sampai dengan 10 semester atau 5 tahun. Jika tidak lulus dalam jangka waktu itu, maka beasiswanya dihentikan.
"Saya lulus ujian komprehensif pada Januari 2017, jadi saya menerima beasiswa selama kurang lebih 3 tahun 4 bulan," katanya.
Tutia diwisuda pada April 2017, lalu Mei pada tahun yang sama, ia bekerja sebagai karyawan tidak tetap di anak perusahaan JAPFA Food, PT. Ciomas Adisatwa.
"Saya bekerja di sana sejak Mei 2017 hingga Juni 2018. Pada Juli 2018, saya sempat bekerja di CSR PTBA. Pada Oktober 2018, saya ikut tes PNS dan resmi dilantik pada 4 Maret 2019," ujarnya.
Baca Juga: Magang Jadi Tahapan untuk Membentuk Kemampuan Profesional Mahasiswa
Menaikkan Derajat Orangtua
Setelah bekerja sebagai PNS, Tutia berupaya untuk menolong keluarganya, terutama ibunya. Ia minta sang ibu untuk tak lagi bekerja dari rumah ke rumah dan tinggal di rumah saja.