Strategi LPKR Menerapkan Efisiensi Energi dan Emisi

Iwan Supriyatna Suara.Com
Kamis, 01 Agustus 2024 | 09:51 WIB
Strategi LPKR Menerapkan Efisiensi Energi dan Emisi
PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) mengungkapkan rencana jangka panjang dalam agenda berkelanjutan hingga tahun 2030, dalam rangka peduli lingkungan untuk mengatasi permasalahan krisis iklim.
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) berkomitmen untuk berperan serta dalam memerangi perubahan iklim dengan mempercepat upaya dekarbonisasi melalui inisiatif energi dan pengurangan emisi di seluruh grup.

Hal mana selaras dengan World Economic Forum's Global Risks Report 2024 yang menempatkan perubahan iklim, khususnya cuaca ekstrem, sebagai risiko material utama dalam skala global pada tahun 2024.

Group CEO LPKR John Riady menyampaikan rencana dekarbonisasi didukung oleh audit energi secara berkala, peluncuran inisiatif efisiensi energi dan peningkatan aset secara sistematis, serta peluang-peluang baru yang terkait dengan bangunan hijau dan energi terbarukan.

"Pada Kuartal I/2023, fungsi keberlanjutan grup melibatkan manajemen senior dan tim operasional dari unit-unit bisnis utama dalam menentukan target pengurangan emisi dan peta jalan dekarbonisasi yang spesifik, yang disesuaikan dengan karakteristik unik operasi bisnis dan rencana belanja modal," kata John ditulis Kamis (1/8/2024).

Salah satu inisiatif yang dilakukan adalah audit energi dan proyek-proyek efisiensi. Dalam hal ini, LPKR melakukan 13 audit energi di beberapa mal, hotel, dan rumah sakit terpilih, untuk memberikan kejelasan sekaligus mendapatkan detail inisiatif pengoptimalan efisiensi energi dan rencana perbaikan yang akan datang.

Perusahaan juga berhasil mengimplementasikan 22 proyek efisiensi energi, mulai dari penggantian lampu LED, optimalisasi sistem pendinginan, smart cooling, penggunaan peralatan hemat energi, dan lain-lain.

Proyek-proyek spesifik ini diharapkan dapat mencapai penghematan finansial tahunan setidaknya sebesar Rp1,9 miliar, penghematan energi sebesar 875.893 KWH, dan pengurangan emisi sebesar 762 tCO2 (total karbon dioksida).

Inisiatif lainnya adalah digitalisasi. Unit-unit bisnis seperti Rumah Sakit Siloam dan Aryaduta Hotel telah menerapkan dasbor otomatis yang memantau konsumsi energi dan air harian dari portofolio aset.

Hal ini memungkinkan respon yang cepat terhadap anomali dalam pola konsumsi serta memungkinkan untuk merumuskan rencana yang efektif untuk mengurangi konsumsi, dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti ukuran aset, usia sistem energi yang ada terpasang, jenis sistem HVAC (Heating, Ventilation, and Air Conditioning) yang digunakan, serta berbagai metrik operasional lainnya.

Baca Juga: Momentum Pasar Properti Tangerang Naik, LPKR Pacu Penjualan

Tak terkecuali inisiatif untuk menurunkan emisi langsung/elektrifikasi. Hingga tahun 2023, perusahaan telah memasang total 31 stasiun pengisian daya kendaraan listrik di seluruh aset.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI