PLN Teken 30 Set Perjanjian Penyediaan Charging Baterai: Perkuat Ekosistem EV Indonesia

Kamis, 04 Juli 2024 | 11:51 WIB
PLN Teken 30 Set Perjanjian Penyediaan Charging Baterai: Perkuat Ekosistem EV Indonesia
Recharging baterai sepeda motor listrik dan battery swap PT PLN (Persero) di lokasi charging sumber daya listrik. Sebagai ilustrasi [Suara.com/CNR ukirsari].
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Penggunaan kendaraan listrik atau Electric Vehicle (EV) berperan penting dalam mereduksi emisi karbon di sektor transportasi.

Dikutip dari kantor berita Antara, selaras dengan penugasan pemerintah kepada PT PLN (Persero) yang tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 79 Tahun 2023 tentang percepatan program kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (Battery Electric Vehicle) untuk transportasi jalan, maka ditandatangani Memorandum of Understanding (MoU).

Berlokasi di PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya (UID Jaya), Jakarta pada Rabu (3/7/2024), PLN menandatangani 30 set MoU dan perjanjian kerja sama dengan 28 mitra badan usaha terkait pengembangan dan penyediaan charging. Kerja sama ini sebagai upaya memperkuat ekosistem EV di Indonesia.

Lewat kolaborasi, PLN dan 28 mitra mengembangkan infrastruktur kendaraan listrik lewat penyediaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). Baik roda dua mau pun empat, stasiun penukaran baterai kendaraan listrik umum (SPBKLU) dan layanan home charging services.

Darmawan Prasodjo, Direktur Utama PLN mengatakan bahwa PLN berkomitmen untuk mendukung penuh langkah pemerintah dalam mengakselerasi ekosistem EV di Indonesia.

"Sebagai lokomotif transisi energi, PLN tidak bisa menghadapi ini dalam suasana kesendirian. Kami telah dan akan terus berkolaborasi dengan semua stakeholder untuk mendorong kenyamanan bagi pengguna EV melalui penyediaan infrastruktur pengisian baterai secara masif," jelasnya.

Edi Srimulyanti, Direktur Retail dan Niaga PLN mengatakan ekosistem kendaraan listrik terus tumbuh dan semakin berkembang pesat.

Hal itu didukung pemerintah yang memberikan stimulus dan insentif dalam pembelian kendaraan listrik. Serta kemudahan dari PLN dalam pemasangan baru, penambahan daya hingga harga spesial pengisian daya listrik di rumah.

"Lewat berbagai stimulus dan dukungan yang diberikan saat ini pertumbuhan kendaraan listrik relatif signifikan. Pencapaian positif ini akan kami teruskan dengan memastikan keandalan ekosistem EV sehingga masyarakat semakin yakin untuk beralih dari kendaraan fosil ke EV," lanjut Edi Srimulyanti.

Baca Juga: Realisasi Investasi Rp 71,36 T: Ekosistem Baterai EV Terbesar ASEAN Hadir di Indonesia

"Selaras dengan penugasan oleh pemerintah pada PLN, kami mendorong bapak ibu sekalian untuk dapat bersama-sama melakukan pengembangan dan menyediakan infrastruktur charging kendaraan listrik," tukasnya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI