Biaya Kuliah Kedokteran di Indonesia Lebih dari Rp1 M, DPR: Masya Allah, Seharga Alphard!

M Nurhadi Suara.Com
Rabu, 19 Juni 2024 | 14:31 WIB
Biaya Kuliah Kedokteran di Indonesia Lebih dari Rp1 M, DPR: Masya Allah, Seharga Alphard!
ilustrasi mahasiswa kedokteran [Pixabay]
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Wakil Ketua Komisi X, Dede Yusuf, menyoroti tingginya biaya pendidikan kedokteran di Indonesia yang setara dengan harga sebuah mobil Toyota Alphard, yaitu sekitar Rp1,407 miliar.

"Saya sudah mendapatkan data, masya Allah, biaya institusinya bisa setara dengan membeli satu Alphard hanya untuk membayar biaya gedung, belum termasuk Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang mungkin mencapai ratusan juta," ujar Dede saat memberikan pengantar dalam Rapat Dengar Pendapat Panitia Kerja (Panja) Pembiayaan Pendidikan bersama Kemendikbudristek dan Kemendagri di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (19/6/2024).

Menurut Dede, masalah ini sangat penting untuk diselesaikan karena Indonesia sangat membutuhkan lebih banyak dokter.

"Menteri Kesehatan selalu mengatakan kita kekurangan dokter, ini kita dilematis," kata dia, dikutip dari Antara.

Lebih lanjut, Dede menilai bahwa masalah biaya pendidikan yang mahal masih menjadi salah satu masalah yang belum terselesaikan. Bahkan, masyarakat mulai mempertanyakan apakah amanat pemerintah agar 20 persen anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) untuk sektor pendidikan telah dijalankan dengan baik.

"Masalah pembiayaan pendidikan ini masih belum tuntas. Masyarakat bertanya ke mana saja 20 persen anggaran tersebut digunakan dan untuk apa saja," ujar Dede.

Oleh karena itu, baik untuk pendidikan umum maupun kedokteran, Dede meminta Kemendikbudristek untuk kembali mengevaluasi prioritas anggaran agar biaya pendidikan tinggi tidak membebani peserta didik dan orang tua mereka.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyebut ada tiga masalah dalam penyediaan sumber daya manusia (SDM) kesehatan di Indonesia, yaitu jumlah, distribusi, dan kualitas.

"Rata-rata dunia, jumlah dokter per populasi 1,76 per seribu. Negara maju yang kita inginkan, ya itu di atas dua lah. Dua per seribu, tiga per seribu, ada yang empat per seribu," ujar Menkes Budi.

Baca Juga: Marselino Ferdinan Full Senyum: Dikerubungi Gadis, Foto Bareng Mobil Mewah Harga Setara UKT 27 Semester Kedokteran UI

"Rata-rata dunia, jumlah dokter per populasi 1,76 per seribu. Negara maju yang kita inginkan, ya itu di atas dua lah. Dua per seribu, tiga per seribu, ada yang empat per seribu," ujar Menkes Budi Gunadi dalam acara Forum Komunikasi Tenaga Kesehatan di Jakarta, Selasa.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI