HET Beras Naik, Apa Dampaknya ke Emiten NASI?

Rabu, 19 Juni 2024 | 13:40 WIB
HET Beras Naik, Apa Dampaknya ke Emiten NASI?
Ilustrasi. PT Wahana Inti Makmur Tbk (WIM) memiliki faktor pembeda dibandingkan pemain beras lainnya, lantaran fokus menggarap beras khusus dan beras sehat.
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - PT Wahana Inti Makmur Tbk (WIM) memiliki faktor pembeda dibandingkan pemain beras lainnya, lantaran fokus menggarap beras khusus dan beras sehat.

Dengan begini, bisnis emiten berkode saham NASI itu tak terimbas oleh harga eceran tertinggi (HET) beras yang ditetapkan pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas).

Pascapandemi Covid-19, permintaan beras khusus meningkat, seiring pulihnya sektor hotel restoran dan kafe (horeka) dan naiknya kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan. Itu sebabnya, perseroan meyakini penjualan bisa tumbuh 10% menjadi Rp 87 miliar pada 2024, dibandingkan tahun lalu Rp 79 miliar, sedangkan laba bersih naik 618% menjadi Rp 2,6 miliar dari Rp 362 juta.

Harga beras khusus lebih tinggi dibandingkan beras medium, bahkan premium. Sebab, bahan baku dan pengolahannya berbeda dibandingkan beras medium. Selain menjual beras khusus, WIM juga menjual beras medium.

Beras WIM dipasok ke general trade, modern trade, distributor, hingga sektor hotel, restoran dan kafe (horeka). Tahun 2023, mayoritas penjualan WIM disumbangkan pelanggan sektor horeka sebesar Rp 31,4 miliar, modern trade Rp 16,4 miliar, distributor Rp 17,6 miliar, general trade pihak ketiga Rp 9,5 miliar dan berelasi Rp 4,1 miliar.

Direktur Utama WIM Piero Mustafa menuturkan, meski ada ancaman resesi global dan gejolak politik pada 2024, sektor industri makanan nasional masih akan tumbuh. Sebab, makanan, terutama beras yang diproduksi dan dijual perseroan, adalah kebutuhan pokok mayoritas masyarakat Indonesia.

Kenaikan permintaan, kata dia, juga akan terjadi di segmen beras khusus yang digeluti perseroan. Ini dipicu oleh pertambahan jumlah penduduk dan berkembangya sektor horeka, khususnya restoran.

“Kemampuan perseroan menyediakan beras khusus akan menjadi faktor pembeda dibanding perusahaan-perusahaan beras lainnya,” kata Piero dalam keterangan resmi, Rabu (19/6/2024).

Dia menambahkan, permintaan beras sehat juga akan meningkat, selaras dengan peningkatan kesadaran masyarakat akan kesehatan. “Oleh karena itu, meski tidak mudah, perseroan meyakini bisa mencapai target pada akhir 2024 seperti yang telah dicanangkan,” tegas Piero.

Baca Juga: Emiten Teknologi FUTR Catat Kenaikan Laba 193% di 2023

Piero menerangkan, ada sejumlah kendala dan tantangan yang dihadapi perseroan tahun pada 2024, terutama kendala siklis yang terjadi setiap tahun, yakni gejolak pasokan. Ini membuat harga beras fluktuatif, bahkan bisa naik tinggi.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI