Saham BSI (BRIS) Kian Tertekan Dekati 2000-an Usai Muhammadiyah Tak Lagi Jadi Nasabah

Senin, 10 Juni 2024 | 12:27 WIB
Saham BSI (BRIS) Kian Tertekan Dekati 2000-an Usai Muhammadiyah Tak Lagi Jadi Nasabah
Petugas layanan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) sedang melayani transaksi nasabah di Kantor Cabang The Tower. (Dok: BSI)
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Saham PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) mengalami penurunan signifikan di tengah kabar penarikan dana oleh Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah senilai Rp13 triliun.

Pada perdagangan Senin (10/6/2024), harga saham BRIS melemah 50 poin ke level Rp2.130 per lembar atau melamah 2,29%.

Penurunan ini dipicu oleh sentimen negatif dari investor menyusul rencana Muhammadiyah memindahkan dananya dari BSI ke bank syariah lain. Mengutip data IDX Mobile saham BRIS telah bergerak merah selama 4 hari beruntun, kondisi ini membuat aksi jual saham BRIS cukup masif, dengan total volume transaksi mencapai 10,34 juta lembar saham.

Meskipun anjlok, beberapa analis meyakini bahwa dampak penarikan dana Muhammadiyah tidak akan signifikan terhadap likuiditas BSI secara jangka panjang. Hal ini dikarenakan dana Rp13-15 triliun tersebut hanya sekitar 5% dari total Dana Pihak Ketiga (DPK) BSI yang mencapai Rp300 triliun.

Namun, dalam jangka pendek, penarikan dana ini memang dapat berpengaruh terhadap likuiditas BSI.

Sebelumnya, Pimpinan Pusat Muhammadiyah (PP Muhammadiyah) memutuskan untuk menarik dana simpanan dan pembiayaan dari Bank Syariah Indonesia (BSI). Keputusan ini diambil berdasarkan memo organisasi per 30 Mei 2024 dan mulai diberlakukan sejak 1 Juni 2024.

Menurut Ketua PP Muhammadiyah Bidang Ekonomi, Bisnis, dan Industri Halal, Anwar Abbas, terdapat dua alasan utama di balik keputusan ini. Pertama, ketakutan akan konsentrasi dana yang terlalu besar di satu bank.

"Penempatan dana Muhammadiyah selama ini terlalu banyak berada di BSI," ujar Anwar dalam keterangan tertulisnya.

Anwar menjelaskan bahwa total simpanan Muhammadiyah di BSI mencapai sekitar Rp 13 triliun. Angka ini terbilang kecil dibandingkan dengan total Dana Pihak Ketiga (DPK) BSI yang mencapai Rp 293,24 triliun per April 2024.

Baca Juga: Saham Bank BSI (BRIS) Makin Tertekan Pasca Muhammadiyah Tarik Dana Triliunan

Konsentrasi dana yang besar di satu bank dikhawatirkan dapat menimbulkan risiko bagi Muhammadiyah.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI