Melestarikan Sumber Air dan Mata Pencaharian Melalui Restorasi Mangrove Berbasis Masyarakat

Iwan Supriyatna Suara.Com
Rabu, 22 Mei 2024 | 16:14 WIB
Melestarikan Sumber Air dan Mata Pencaharian Melalui Restorasi Mangrove Berbasis Masyarakat
Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau, dan mitra menggelar sesi panel bertema Restorasi dan Perlindungan Ekologis Mangrove berbasis Masyarakat.
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Hasnur Rasid, anggota Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) Teluk Pambang, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau, turut berbagi.

“Dulu, kelompok mangrove yang ada hanya aktif ketika ada proyek penanaman. Program pelestarian mangrove terintegrasi dan berjangka panjang yang dilakukan oleh MERA terbukti berhasil membangun kepedulian dan pelibatan masyarakat. Sekarang semakin banyak masyarakat yang bergabung dalam kegiatan restorasi ekologis hingga melakukan pengawasan secara berkala,” imbuhnya.

Pelibatan Petani Tambak Udang

Di Kabupaten Berau dan Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, lahan mangrove banyak dikonversi menjadi tambak udang tradisional. Hasil panen yang rendah mendorong petambak membuka lahan lebih luas lagi.

Sejak tahun 2020, YKAN bersama mitra menginisiasi program Shrimp-Carbon Aquaculture atau SECURE untuk menggabungkan budidaya tambak udang tradisional dengan restorasi mangrove yang berkelanjutan di kedua kabupaten tersebut.

Dengan SECURE, tambak yang ada dibagi menjadi 2 bagian dimana 80% area dijadikan sebagai area restorasi mangrove dan 20% sisanya sebagai area budidaya.

“Pendekatan SECURE ini salah satu contoh win-win solution agar mangrove tetap lestari, tanpa mengganggu mata pencaharian petambak. Bahkan dengan adanya mangrove, dapat mendukung praktek budidaya sebagai pakan alami ikan, menyaring air, hingga mengurangi emisi karbon,” jelas Mariski Nirwan, Manajer Senior Ketahanan Pesisir YKAN.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI