Tambang Emas Pani Milik Merdeka Copper Gold Berpotensi Jadi Raksasa Emas Asia Pasifik

Kamis, 16 Mei 2024 | 17:22 WIB
Tambang Emas Pani Milik Merdeka Copper Gold Berpotensi Jadi Raksasa Emas Asia Pasifik
Tambang Emas Pani (Dokumentasi MDKA)
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Kelimpahan emas dan umur tambang yang panjang tentu berimbas pada potensi pendapatan. Proyek Emas Pani digadang-gadang bisa menjadi sumber pendapatan signifikan bagi Merdeka Copper Gold.

Berdasarkan hasil FS, proyek ini diperkirakan bisa menghasilkan revenue hingga US$11,4 miliar, dengan EBITDA (Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization) mencapai US$7,4 miliar selama 10 tahun pertama operasional. Angka tersebut tentu menjadi daya tarik tersendiri bagi investor.

Perusahaan Berpengalaman di Belakangnya:

Di balik kesuksesan Proyek Emas Pani, tentu ada peran penting PT Merdeka Copper Gold Tbk. Perusahaan ini dikenal sebagai pemain lama di industri pertambangan logam dan mineral Indonesia. Pengalaman panjang tersebut menjadi bekal yang mumpuni untuk mengelola Tambang Emas Pani secara optimal dan efisien.

"Merdeka Copper Gold bakal memulai produksi tahun depan. Mulai operasinya kita akan dimulai akhir tahun depan," ungkap Tom.

Kontribusi pada Perekonomian Indonesia:

Kehadiran Tambang Emas Pani diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi perekonomian Indonesia. Selain bisa meningkatkan pasokan emas dalam negeri, operasional tambang juga berpotensi membuka lapangan pekerjaan baru.

Belum lagi pendapatan yang dihasilkan bisa dimanfaatkan untuk pembangunan infrastruktur dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Proyek Emas Pani memang masih dalam tahap pengembangan. Namun, berbagai keistimewaannya membuat tambang ini sangat dinantikan kehadirannya. Harapannya, pengelolaan tambang bisa dilakukan secara bertanggung jawab agar bisa memberikan manfaat bagi kemajuan bangsa.

Baca Juga: Harta Karun di Bawah Kaki: Proyek Tembaga Raksasa Merdeka Copper di Banyuwangi

"Kalau saat ini kami memang belum masuk ke pembangunan fasilitas pendukung operasi tambang. Ini baru infrastrukturnya berupa jalan dari tambang ke pelabuhan, hingga tempat tinggal karyawan," katanya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI