Jadi tidak heran bila investor menolak keras gagasan bahwa Tesla dengan penjualan yang tengah menurun akan menunda peluncuran model barunya demi mengembangkan teknologi yang tidak buru-buru harus segera diaplikasikan.
Sejauh ini, Tesla mengubah jadwal produksi model barunya dari akhir 2025 ke awal tahun 2025, dengan kemungkinan model gres sudah meluncur pada akhir tahun ini.
"Jika seseorang tidak percaya Tesla akan menggarap soal kendaraan otonom, mereka tidak boleh menjadi investor di perusahaan ini," tandas Elon Musk.
Ia memperjelas tesis bahwa investasi perusahaan harus sepenuhnya fokus kepada upaya teknologinya.
Selain model mobil baru, Elon Musk juga memberikan pandangan tentang teknologi self-driving yang sedang dikembangkan Tesla.
Dalam mendeskripsikan proyek itu, ayah lima anak ini menggambarkan ia menekan tombol untuk mengubah jutaan Tesla di seluruh dunia menjadi mobil tanpa pengemudi.
"Sebenarnya, cara berpikir Tesla hampir seluruhnya dalam kaitan dengan penyelesaian mobil otonom dan kemampuan untuk mengaktifkan otonomi itu menjadi armada raksasa," papar Elon Musk.
"Ini mungkin merupakan apresiasi nilai aset terbesar dalam sejarah bila bisa direalisasikan. Yaitu saat pengemudi dibolehkan bisa melakukan self-driving tanpa pengawasan," tutupnya.
Baca Juga: Bakal Uji Coba Mei Mendatang, Berapa Sih Harga Internet Starlink Milik Elon Musk?