Rumput Purun Disulap Nasabah PNM Jadi Tas Cantik

Rabu, 17 April 2024 | 18:50 WIB
Rumput Purun Disulap Nasabah PNM Jadi Tas Cantik
Salasiah, nasabah PNM Unit Cempaka Banjarmasin membuat tas cantik dari rumput purun. (Dok: PNM)
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Di tangan nasabah PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dari Banjarmasin, rumput purun disulap menjadi berbagai macam produk fungsional, salah satunya jadi tas cantik. Dia adalah nasabah PNM Unit Cempaka Banjarmasin bernama Salasiah.

Apakah Anda pernah mendengar yang namanya rumput purun? Rumput purun diketahui merupakan jenis rumput yang berasal dari gulma yang biasa ditemukan di rawa gambut. Cirinya memiliki batang lurus berongga dan tidak memiliki daun, sehingga bisa digunakan sebagai alternatif sedotan.

Proses pembuatan produknya diawali dengan memotong rumput purun dari lahan. Setelah dikumpulkan, rumput purun akan diikat dan ditumbuk permukaannya dengan kayu secara manual dengan tenaga manusia.

Setelah ditumbuk menjadi agak pipih, rumput purun akan dijemur di bawah sinar matahari hingga kering sempurna. Rumput yang sudah kering, ada yang langsung dianyam, tetapi ada juga yang diberi pewarna terlebih dahulu.

Salasiah tampak ikut turun tangan untuk menganyam rumput purun kering. Tangannya tampak amat lihai dan sabar membimbing mereka yang mau belajar menganyam.

"Saya usaha produk anyaman rumput purun sudah dari tahun 2016. Ibu saya juga sudah usaha yang sama sebelumnya dari usia saya 10 tahun. Turun temurunlah," ujar Salasiah, dikutip dari tayanyan Youtube PT PNM Official, Rabu (17/4/2024).

Produk yang dibuat beragam, ada tikar, topi, dompet hingga yang jadi salah satu produk andalan adalah tas. Berbagai macam produk itu biasanya dia jual langsung secara online atau memenuhi pesanan dari jejaring.

"Pada tahun 2021, saya bergabung dengan PNM. Tujuannya untuk mendapatkan tambahan modal usaha," ujar wanita berhijab itu.

Salasiah bangga, karena produk hasil karya tangannya sudah dijual sampai ke Irak. Produknya diakui bisa bertahan sampai satu tahun dan bisa lebih awet bila dilapisi pernis sebagai sentuhan akhir. "Supaya mengkilap," katanya.

Baca Juga: Lapor Lapar, Dompet Dhuafa Hadirkan Solusi Entaskan Kelaparan dan Tingkatkan Ekonomi UMKM

Selain penggunaan rumput purun, Salasiah juga menggunakan bahan eceng gondok kering. Bukan dianyam dijadikan tas, melainkan dikepang untuk dijadikan sebagai tali, karena memiliki permukaan yang lebih tebal.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI