Berkat Dukungan BRI, Para Ibu Desa Kebon Bayat Mampu Tingkatkan Perekonomian dari Usaha Batik Tulis

Selasa, 09 April 2024 | 17:15 WIB
Berkat Dukungan BRI, Para Ibu Desa Kebon Bayat Mampu Tingkatkan Perekonomian dari Usaha Batik Tulis
Masyarakat Desa Kebon Bayat, Klaten, Jawa Tengah, mengembangkan usaha batik tulis. (Dok: BRI)
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Masyarakat Desa Kebon Bayat, Klaten, Jawa Tengah sudah mengenal potensi mereka sejak lama. Para ibu di kawasan ini telah mengembangkan usaha batik tulis, yang saat ini telah berkembang jauh lebih baik dan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat di desa ini.

Namun kesuksesan yang diraih saat ini, tak lepas dari kendala yang harus dihadapi. Dalmini, Ketua Klaster Batik Bayat mengatakan, kegiatan produksi Batik Tulis Kebon Indah terjadi sejak tahun 2006.

“Tapi sempat macet, karena kita kena dampak gempa, yang terjadi ketika itu,” ujarnya mengawali cerita.

Kegitan ini sempat hidup kembali, tertatih-tatih. Walau demikian, para ibu anggota Batik Kebon Indah Bayat tetap konsisten melakukan kegiatan produksi batiknya.

“Untuk membuat batik proses awal, kita memilih kain katun yang tidak ada polisternya. Selanjutnya kita potong sesuai ukuran yang kita inginkan, kemudian dilanjutkan murdan atau pencucian mori,” urai Dalmini.

Setelah dicuci bersih, kain dikeringkan, kemudian masuk proses menyiapkan motif ataupun desain. Tindakan selanjutnya adalah menyanting. Canting yang disiapkan ada beberapa macam, misalnya canting cecek, klowong, ada canting sawutan, dan lainnya.

“Proses selanjutnya adalah meyiapkan pewarnaan. Kita melakukan pewarnaan alami. Kain yang sudah dicanting tadi, dicelup dengan warna. Setelah penguncian pewarnaan kering, maka ada proses, namanya penutupan ataupun pengambulan warna diblok. Setelah itu nanti ada proses pewarnaan lagi, namanya pelorotan ataupun pelepasan lilin. Setelah lilin dilepas, maka kain direbus, untuk nanti dikeringkan dan finishing,” kata Dalmini.

Kegigihan para anggota Batik Kebon Indah Bayat ini berbuah manis. Klaster yang beranggotakan 180 ibu warga Desa Bayat tersebut pun mendapat dukungan dari Bank Rakyat Indonesia (BRI).

“Selain dibantu dengan peralatan, kita juga dibantu bagaimana caranya pemasaran, yaitu dengan mengadakan pelatihan pemasaran lewat digital. Untuk pembayaran, kita dibantu BRImo, yaitu melalui mesin EDC dan QRIS,” tambah Dalmini.

Baca Juga: Nasabah di Natuna Diduga Kehilangan Uang, BRI Sebut Sudah Salurkan Insentif Sesuai Prosedur

Menanggapi kesuksesan warga desanya, Sekretaris Desa Kebon Bayat Heru Kusnadi mengatakan, pihaknya fokus untuk mengangkat potensi Desa Kebon Bayat, yaitu mengangkat UMKM.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI