Kompetisi KiDi IoT dari Telkom jadi Ajang Para Siswa SMA dan SMK Unjuk Gigi di Bidang IoT

Iwan Supriyatna Suara.Com
Jum'at, 08 Maret 2024 | 14:25 WIB
Kompetisi KiDi IoT dari Telkom jadi Ajang Para Siswa SMA dan SMK Unjuk Gigi di Bidang IoT
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) baru saja merampungkan kompetisi Internet of Things (IoT) bertajuk Indibiz IoT Competition 2024.
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Ketiga kategori ini dinilai dapat mengeksplorasi lebih jauh lagi kreativitas dan mengukur pengetahuan IoT para siswa, guru, serta sekolah untuk mengembangkan solusi-solusi IoT yang aplikatif dan dapat dikomersialkan.

Indibiz IoT Competition 2024 diikuti oleh 148 tim yang berasal dari 65 sekolah di Jawa Barat dan Jawa Tengah. Setelah melewati berbagai rangkaian proses penyeleksian, sebanyak 13 SMA dan SMK berhak masuk ke Grand Final Indibiz IoT Competition 2024 yang diselenggarakan di Kantor Witel Telkom Cirebon, Jawa Barat.

Pada puncak kegiatan ini, tiga sekolah dinobatkan sebagai juara pertama di masing masing kategori.

Juara kategori Cerdas Cermat IoT diraih oleh SMK Marhas Margahayu. Kemudian juara kategori Indibiz IoT Idea didapat SMK Karya Nasional Kuningan lewat inovasi Roasting Coffee FluidBed berbasis Lynx-32.

Alat pengering biji kopi yang memanfaatkan IoT ini menggunakan komponen Lynx 32 Development Board dan diintegrasikan dengan platform Antares. Roasting Coffee FluidBed berbasis Lynx-32 mempunyai potensi pasar untuk menjadi alternatif dari alat pengering kopi branded yang harganya relatif mahal.

Sementara juara kategori Indibiz IoT Showcase dimenangkan oleh SMK Taman Siswa Rancaekek melalui inovasi bernama Monitoring Agriculture (Moture). Moture adalah sistem monitoring lahan pertanian berbasis IoT yang menggunakan komponen dari Antares dan beberapa sensor untuk memantau kondisi lahan dan cuaca.

Informasi yang diberikan sistem Moture sangat bermanfaat untuk para petani atau pemilik lahan yang akan melakukan proses persiapan penanaman atau pemeliharaan tanaman komoditas pertanian. Dari informasi yang dihasilkan, petani bisa mengetahui kondisi kesuburan tanah, keasaman, kondisi cuaca, curah hujan, atau info lain yang bisa ditambahkan.

"IoT merupakan teknologi masa depan yang bisa menjadi solusi dalam menghadapi berbagai tantangan di lingkungan dan masyarakat. Telkom melalui KiDi IoT, berkomitmen untuk mempersiapkan dan mendorong siswa SMA dan SMK di Indonesia untuk menjadi lebih inovatif, semakin berdaya saing, serta menguasai Teknologi khususnya di bidang IoT, sehingga dapat memberikan value dan impact yang lebih luas mulai dari sekolah hingga ke lingkungan dan masyarakat" kata EVP Digital Business and Technology Telkom, Komang Budi Aryasa.

Lebih lanjut, pada perhelatan Grand Final Indibiz IoT Competition 2024, Telkom juga melakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) KiDi IoT dengan lima sekolah sekaligus, yakni SMK Pelita, SMK Budi Bakti Ciwidey, SMK Pamor Cikampek, SMK Budi Mandiri, dan SMK Presiden.

Baca Juga: NeutraDC Perkuat Implementasi ESG dengan Hadirkan Fasilitas Pengelolaan Sampah untuk Warga Desa Jambidan Yogyakarta

Melalui kolaborasi ini masing-masing sekolah mendapatkan akses untuk mengeksplorasi teknologi IoT dengan dukungan KiDi IoT dari Telkom. Tujuannya untuk menunjang kreativitas dan kapabilitas para siswanya di bidang IoT yang berujung pada pengembangan inovasi baru yang berdampak positif pada kehidupan masyarakat dan dunia usaha.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI