Selama bertahun-tahun, Ronald dengan sabar dan konsisten berinvestasi. Ia tidak pernah tergoda untuk mengambil untung cepat dan selalu berpegang pada strategi investasi jangka panjang dan menghindari sikap capital gain.
Tak hanya itu Ronald juga sering melakukan reinvestasi artinya dia tidak mengambil dividen yang diberikan dan justru membelikan kembali saham, alhasil jumlah saham yang ia miliki terus bertambah banyak. Makanya dia lebih senang mengkoleksi saham yang sering memberikan dividen.
Ketekunan dan disiplinnya membuahkan hasil. Ketika Ronald meninggal pada tahun 2014 di usia 92 tahun, ia meninggalkan kekayaan senilai USD8 juta atau sekitar Rp124,8 miliar dengan kurs saat ini. Keluarga dan tetangganya pun kaget dengan apa yang diwariskan Ronald Read dan tak percaya seorang yang hidupnya sederhana menghasilkan uang sebanyak itu.
Yang lebih menyentuh dari total warisannya tersebut sekitar 75% disumbangkan kepada Rumah Sakit tempat ia menjalani sisa hidup senjanya dan juga diberikan kepada perpusatakan dekat rumahnya.
Kisah Ronald Read menjadi inspirasi bagi banyak orang. Ia menunjukkan bahwa siapa pun, terlepas dari latar belakang atau tingkat pendapatannya, mereka dapat mencapai kesuksesan finansial melalui kerja keras, kesabaran, dan disiplin.