Daftar Pemegang Saham NICE, Siapa Saja Sosoknya

M Nurhadi Suara.Com
Kamis, 11 Januari 2024 | 18:52 WIB
Daftar Pemegang Saham NICE, Siapa Saja Sosoknya
PT Adhi Kartiko Pratama Tbk (NICE) perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan bijih nikel di Kabupaten Konawe Utara, telah resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia.
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Saham PT Adhi Kartiko Pratama Tbk (NICE), perusahaan pertambangan bijih nikel di Kabupaten Konawe Utara Sulawesi Tenggara resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui mekanisme penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO), Selasa (9/1/2024) lalu.

Daftar pemegang saham NICE saat ini masih dikuasai oleh LX International Corp sebagai pemegang saham pengendali NICE yang baru (melalui PT Energy Battery Indonesia).

LX International Corp akan memiliki 60% saham NICE dengan harga perolehan sama dengan harga IPO. Hadirnya PT LX International Corp merupakan strategi untuk meningkatkan nilai perusahaan melalui pengelolaan sumber daya perusahaan dalam ekosistem dan rantai pasok industri pengolahan nikel dan baterai kendaraan listrik.

IPO NICE dan dukungan dari LX International Corp sejalan dengan komitmen perusahaan untuk mendukung rencana jangka panjang Indonesia terkait hilirisasi industri nikel, dan berpartisipasi dalam inisiatif global ESG.

Perusahaan berharap NICE sebagai perusahaan publik akan berperan dan berpartisipasi aktif dalam pengelolaan dan pengolahan sumber daya alam yang berkelanjutan, serta mendukung pertumbuhan ekonomi nasional Indonesia.

Sebelumnya, NICE melepas sebanyak 1,21 miliar saham atau 20% dari total modal yang disetor penuh setelah IPO. Saham dimiliki pemegang lama atas nama PT Sungai Mas Minerals sebanyak 608,20 juta saham dan  PT Inti Mega Ventura sebanyak 608,20 juta.

Namun kini lantaran seluruh saham yang ditawarkan dalam penawaran umum perdana saham merupakan milik para pemegang saham penjual, maka seluruh dana hasil penawaran umum akan diterima oleh para pemegang saham penjual dan NICE tidak menerima dana hasil penawaran umum tersebut.

Jumlah saham yang ditawarkan dalam IPO ini adalah sebanyak 1.216.404.000 saham yang merepresentasikan 20% kepemilikan NICE dengan harga penawaran Rp. 438 per lembar saham sehingga nilai IPO NICE adalah Rp. 532,78 miliar, dengan kapitalisasi pasar saham NICE mencapai Rp 2,66 triliun.

Selama proses penawaran umum, minat investor di porsi penjatahan terpusat cukup tinggi hingga terjadi kelebihan permintaan atau oversubscribed sebanyak 15,72 kali. Besarnya minat terhadap saham NICE mengindikasikan bahwa investor publik merespons positif potensi kinerja perusahaan ke depannya.

Baca Juga: Saham Apple Merosot Drastis, iPhone 15 Series Kurang Laris?

“Kami bersyukur IPO NICE dapat berjalan dengan lancar dan sukses berkat dukungan dari manajemen, karyawan, lembaga dan profesi penunjang pasar modal, investor pasar modal, serta arahan dari Otoritas Jasa Keuangan dan Bursa Efek Indonesia. Aksi korporasi ini sangat penting untuk mewujudkan visi NICE sebagai pemain unggul dalam pertambangan dan pengolahan nikel di Indonesia dengan mengedepankan world-class mining standards,” kata Presiden Direktur NICE, Stevano Rizki Adranacus kepada wartawan setelah seremoni pencatatan saham NICE di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (9/1/2023).

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI