Sahamnya Terancam Delisting, Momen Yusuf Mansur Ajak Beli WSKT Viral Lagi

M Nurhadi Suara.Com
Kamis, 23 November 2023 | 17:02 WIB
Sahamnya Terancam Delisting, Momen Yusuf Mansur Ajak Beli WSKT Viral Lagi
Ustaz Yusuf Mansur ditemui di acara Wisuda Akbar Tahfizh Quran di Pesantren Tahfizh Daarul Quran, di kawasan Cipondoh, Kota Tangerang, Sabtu (2/7/2022) malam. [Ferry Noviandi/Suara.com]
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Kabar mengenai saham Waskita Karya yang beku selama 6 bulan tentu jadi hal menarik untuk dibahas. Terlebih baru beberapa tahun yang lalu saham BUMN ini melonjak tinggi. Jika berbicara mengenai hal tersebut, sosok Yusuf Mansur tentu akan banyak dikaitkan. Mengingat kembali momen Yusuf Mansur ajak beli saham WSKT, bagaimana nasibnya ke depan?

Waskita Karya, yang menjadi pelaksana banyak proyek di tanah air, ternyata memiliki nilai saham yang terus merosot. Bahkan saham ini sudah menuju antrian delisting, karena suspensi efek perseroan telah berumur 6 bulan, dan akan genap 24 bulan pada Mei 2025 mendatang.

Ajakan Membeli Saham WSKT

Nama Yusuf Mansur sempat melakukan ajakan untuk membeli saham WSKT pada akhir 2020 lalu. Sosok yang menjadi bos besar Grup Paytren ini mengajak investor untuk mengoleksi saham WSKT dan beberapa emiten BUMN lainnya.

Disampaikan lewat cuitan di platform X, ia menyatakan bahwa saham Waskita Karya akan langgeng pada 2021, dan investor dapat ikut menjadi pemegang saham bukan sekedar melakukan profit taking. Ajakan ini dimaksudkan agar investor turut menjadi pemilik, bukan sekedar pihak yang mengambil keuntungan saja.

Pembelian saham WSKT sendiri merupakan satu bentuk metode mansurmology, sebab dinilai dapat membantu saham emiten yang menyangkut hajat hidup orang banyak.

Rencana pada tahun 2021 PT Waskita Karya (Persero) Tbk menganggarkan belanja modal senilai Rp10 triliun, atau setara dengan anggaran capital expenditure tahun tersebut. Rencananya dana ini akan digunakan untuk mendanai sejumlah proyek, mulai dari jalan tol hingga pengembangan properti.

Jika dilihat kembali, rencana ini sebenarnya masih masuk akal mengingat total kontrak yang diterima hingga November 2023 adalah sebesar Rp15,6 triliun.

Namun jika melihat kondisi sekarang, apakah ajakan Yusuf Mansur tersebut masih bisa dijadikan acuan yang menjanjikan?

Baca Juga: Pemegang Obligasi Tolak Hasil RUPO Waskita Karya, Nasib Sahamnya Bagaimana?

Delisting Saham Waskita Karya

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI