Wakil Direktur Utama IFG Haru Koesmahargyo mengatakan, IFG berkomitmen penuh dalam menjalankan mandat yang diberikan oleh Kementerian BUMN untuk pengelolaan investasi Dapen BUMN yang optimal, sehat, dan berkelanjutan. IFG melalui anggota holdingnya PT Bahana TCW Investment Management (“Bahana TCW”) akan membantu perusahaan pendiri Dapen BUMN dalam mengelola aset investasinya dengan skema KPD (Kontrak Pengelolaan Dana), yang dapat memberikan nilai tambah berkelanjutan bagi perusahaan pendiri maupun penerima manfaat.
Bahana TCW merupakan salah satu perusahaan Manajer Investasi terbesar di Indonesia dengan total seluruh dana kelolaannya mencapai Rp 55 triliun dan menduduki peringkat 1 AUM terbesar di Industri Reksa Dana per September 2023. Hal ini didukung oleh pengelolaan produk reksa dana sebesar Rp 47 triliun dan produk Kontrak Pengelolaan Dana (“KPD”) sebesar Rp 8 triliun.
Dalam Industri Dana Pensiun, Bahana TCW telah berpengalaman mengelola Dapen BUMN sejak 1999 atau lebih dari 23 tahun. Kinerja pengelolaan dana selama ini dapat melampaui benchmark yang ditentukan. Saat ini, Bahana TCW telah mengelola 10 Dapen BUMN dengan total dana kelolaan sebesar Rp2 triliun dan 4 Dapen Swasta dengan total dana kelolaan Rp200 miliar.
“Bagi 18 BUMN Pendiri Dapen yang telah melakukan kerja sama dengan IFG, kami akan pastikan pengelolaan investasi Dapen tersebut terhubung dengan pasar yang lebih besar dan skala ekonomis. Kami akan mencari instrumen investasi terbaik di pasar dengan negosiasi harga yang lebih menguntungkan.Tersedianya tim pengelola dana yang profesional dengan rekam jejak yang proven dan terpercaya bakal menjamin implementasi proses investasi yang disiplin dan tentunya dengan mengedepankan penerapan strategi investasi Liability Driven Investment (“LDI”) untuk memitigasi risiko liabilitas sambil mempertahankan kecukupan dan pengembalian aset dalam jangka panjang,” ujar Haru.