Inovasi Sosial Salt Centre Terintegrasi Binaan PHE WMO Dongkrak Produktivitas Garam dan Kesadaran Lingkungan

Iwan Supriyatna Suara.Com
Selasa, 07 November 2023 | 19:09 WIB
Inovasi Sosial Salt Centre Terintegrasi Binaan PHE WMO Dongkrak Produktivitas Garam dan Kesadaran Lingkungan
Salt Centre Terintegrasi binaan Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore.
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Dalam menjawab permasalahan minimnya produksi garam, PHE WMO mengembangkan inovasi melalui serangkaian teknologi tepat guna dan kegiatan sosial. Berikut adalah kegiatan yang dikembangkan dalam Program Salt Centre Terintegrasi tahun 2023:

Pengenalan Cuaca: Petani diberikan pelatihan untuk memahami cuaca dan memprediksi cuaca melalui pengamatan awan, arah angin, dan kecepatan angin. Ini membantu mereka memahami peluang hujan dan memungkinkan prediksi cuaca mandiri.

Teknologi Ulir Filter (TUF): TUF digunakan untuk mempercepat proses evaporasi garam, meningkatkan efisiensi lahan garam, dan mempercepat proses kristalisasi garam. Dengan teknologi ini, proses yang sebelumnya memakan waktu 21-28 hari bisa dipangkas menjadi 14 hari.

Inovasi Siram Berbakat: Inovasi ini menjawab dua masalah sekaligus, yaitu masalah sampah dan produksi garam rendah. Sampah yang dikumpulkan diolah menjadi briket yang digunakan sebagai bahan bakar untuk proses kristalisasi garam. Hal ini meningkatkan produksi garam dan mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 85%.

Pengembangan HUB "Jaringan Kerjasama Petani Garam Rakyat": Melalui inovasi ini, petani garam dari berbagai desa bekerjasama dengan BUMDes (Badan Usaha Milik Desa) dalam distribusi garam, memastikan stabilitas harga garam khususnya di wilayah tersebut.

“Program ini tidak hanya meningkatkan kapasitas petani garam sehingga lebih berdaya, namun lebih dari itu program ini telah mendorong terjadinya transformasi sosial, diantaranya menumbuhkan kemampuan petani garam untuk tidak tergantung pada cuaca. Selain itu, program ini juga mendorong terjadinya kesepakatan kolektif yang ditunjukkan dengan adanya kesepakatan standarisasi harga yang disesuaikan dengan kondisi pasar dan saling menguntungkan anatara petani garam, pengrajin ikan asin dan juga BUMDes Wijaya Kusuma. Dengan demikian, program ini juga memutus rantai tengkulak yang selama ini merugikan petani garam,” kata Field Manager PHE WMO Markus Pramudito.

Inovasi ini memiliki beberapa keunggulan yang mencolok:

Pengenalan Cuaca: Meningkatkan kapasitas petani garam dalam memprediksi cuaca secara mandiri, mengurangi ketidakpastian dalam produksi.

Teknologi Ulir Filter: Mempercepat produksi garam dan meningkatkan efisiensi lahan garam.

Baca Juga: Proyek Penggantian Pipa Bawah Air Krisna P - Cinta P Selesai, PHE OSES Berhasil Kembalikan Produksi

Inovasi Siram Berbakat: Mengatasi masalah sampah dan produksi garam rendah secara bersamaan, sambil mengurangi emisi gas rumah kaca.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI