Dekarbonisasi Migas Berjalan Beriringan dengan Ketahanan Energi

Iwan Supriyatna Suara.Com
Rabu, 27 September 2023 | 15:30 WIB
Dekarbonisasi Migas Berjalan Beriringan dengan Ketahanan Energi
Vice President Pertamina Energy Institute, Hery Haerudin.
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Pada dasarnya, Hery menekankan bahwa dekarbonisasi diupayakan secara bertahap.

“Sampai teknologinya bisa ekonomis sehingga secara komersil juga masuk ke dunia usaha,” kata Hery.

Sementara itu, Tenaga ahli SKK Migas Luky Yusgiantoro menyampaikan bahwa pihaknya juga berupaya mengurangi jejak karbon di dalam proses produksi migas.

SKK Migas mencanangkan enam inisiatif rendah karbon untuk sektor migas pada era dekarbonisasi ini.

Pertama adalah regulasi, kedua pengurangan emisi fugitive, ketiga penggunaan flare, keempat penanaman kembali hutan, kelima teknologi penangkapan karbon (CCS/CCUS), dan manajemen energi.

Perlu dilakukan pula modernisasi peralatan, pemasangan panel surya, dan gasifikasi.

Director of Technical Operations PT Migas Utama Jabar (Persero) Muhammad Sani berpendapat bahwa penggunaan bahan bakar fosil turut berdampak terhadap kondisi udara di Jakarta belakangan ini.

Pada sisi lain, Sani berpendapat bahwa selama ini pengelolaan energi terus tersentralisasi alias ditentukan pemerintah pusat.

“Sesuai dengan paradigma otonomi daerah, kalau kita lihat sebenarnya di daerah itu juga banyak potensi energi,” katanya.

Baca Juga: Topang Pertumbuhan Ekonomi Papua, Pertamina EP Gandeng Petro Papua Mogoi Wasian Garap WK Mogoi dan Wasian

SAFE adalah forum tahunan yang diselenggarakan oleh Katadata sejak 2020. SAFE menjadi wadah untuk membahas solusi pembangunan ekonomi berkelanjutan.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI