Sementara, pelaku UMKM pemula yang membutuhkan pembiayaan skala ultramikro dapat mengakses kredit Mekaar, Kredit UMi (Ultra Mikro) ataupun Kredit Usaha Rakyat (KUR) Super Mikro.
"Saat ini penyaluran pembiayaan berorientasi kepada UMKM sektor produktif agar berjalan lebih optimal," ujarnya.
Airlangga juga menambahkan rantai nilai UMKM yang menyumbang hingga 57 persen PDB berperan menjaga resiliensi ekonomi dalam negeri di tengah berbagai krisis seperti pandemi COVID-19 sehingga perlu terus dikembangkan ke depan.
Mengingat pentingnya peran UMKM ini, tambahnya, pemerintah terus mendorong berbagai upaya agar UMKM dapat beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
Belajar dari masa pandemi Covid-19 yang menjadikan proses adopsi teknologi menjadi lebih cepat, termasuk untuk UMKM, Menko Airlangga terus mendorong UMKM untuk masuk ke ekosistem digital.
Per Desember 2022, pemerintah telah berhasil membuat sebanyak 20,76 juta UMKM onboarding digital, lalu pada 2023 ditargetkan tambahan 4 juta UMKM onboarding digital, dan pada 2024 menjadi 30 juta UMKM dapat onboard digital.
Menko Airlangga menyampaikan pemerintah juga telah melakukan langkah-langkah komprehensif untuk menguatkan ekosistem UMKM dan e-commerce melalui kemudahan perizinan, insentif fiskal, sertifikasi, iklim usaha yang sehat, pembayaran digital, dan perlindungan data pribadi.
"Upaya mentransformasikan UMKM terus didorong oleh pemerintah dan oleh karena itu, penguatan kolaborasi antarpemangku kepentingan merupakan kunci agar UMKM bisa naik kelas," ujarnya.