Indeks Kinerja Logistik RI Memburuk

Kamis, 20 Juli 2023 | 11:07 WIB
Indeks Kinerja Logistik RI Memburuk
Ilustrasi. Indeks logistik Indonesia mengalami penurunan yang cukup siginifikan pada 2023 berdasarkan data Bank Dunia.
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Indeks logistik Indonesia mengalami penurunan yang cukup siginifikan pada 2023 berdasarkan data Bank Dunia.

Hal ini terindikasi dari data Logistic Performance Index (LPI) Indonesia yang turun dari periode pencatatan sebelumnya, tahun 2018.

Data yang dirilis Bank Dunia tersebut mencatatkan, skor LPI Indonesia sebesar 3,00 pada 2023, lebih rendah dari 2018 yang sebesar 3,15. Dengan penyusutan itu, peringkat LPI Indonesia turun, dari peringkat ke-45 dunia menjadi ke-63 dunia.

Sebagai informasi, Bank Dunia menilai LPI berdasarkan 6 dimensi, yakni; customs, infrastructure, international shipments, logistics competence and quality, timelines, dan tracking & tracing.

Dari keenam indikator itu, 4 indikator LPI Indonesia mengalami penurunan, yakni timeliness (skor 3,3), tracking & tracing (skor 3,0), International Shipments (skor 3,0), serta logistics competence and quality (skor 2,9).

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso menyebutkan, bahwa LPI merupakan alat ukur kita di dalam mengidentifikasi tantangan peluang di dalam logistik perdagangan.

Dalam pencatatannya, tidak semua indikator berkaitan dengan kinerja pemerintah, tapi juga pihak pelaku usaha.

"Beberapa yang diukur ini sebenarnya berdasarkan survei-survei terhadap para pelaku usaha," kata dia, dalam keterangannya, dikutip Kamis (20/7/2023).

Lebih lanjut, kata Susi, penurunan LPI disebabkan oleh menurunnya indikator penilaian yang memerlukan partisipasi pihak swasta seperti kompetensi dan kualitas layanan logistik, kemampuan tracking dan tracing, kemudahan layanan pengapalan ke Indonesia, serta frekuensi kesesuaian jadwal waktu barang diterima.

Baca Juga: Indeks Logistik Indonesia Jeblok, Opung Luhut Ngamuk Bakal Panggil Bank Dunia

"Sedangkan indikator penilaian yang menjadi kontrol pemerintah seperti efisiensi proses clearance oleh Lembaga Pengendali Perbatasan dan kualitas infrastruktur pendukung menunjukkan kinerja yang baik," ujar Susi.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI