Kelima area fokus investasi beserta jenis proyek-proyeknya dalam skema JETP mempunyai risiko lingkungan, sosial, dan ekonomi dengan dampak yang luas dan panjang.
Dampak negatif di banyak area fokus investasi telah terjadi, mengingat banyak proyek yang relevan dengan area fokus investasi tersebut sebenarnya tengah berlangsung. Hal tersebut seharusnya menjadi pembelajaran dalam penyusunan rencana.
Pendekatan kehati-hatian dan pencegahan menjadi sangat penting untuk digunakan. Beragam masukan terkait intervensi kebijakan dan perbaikan tata kelola telah diberikan oleh masyarakat sipil dalam pertemuan tersebut. Di tengah urgensi krisis iklim yang semakin intens, intervensi kebijakan dan perbaikan tata kelola yang bersifat transformatif, dengan konsultasi dan partisipasi publik yang bermakna dan lebih luas serta transparan harus menjadi prioritas.
“Kita harus bertransisi dari pola penyediaan energi yang ekstraktif, eksploitatif, dan sentralistik menjadi regeneratif dan demokratis yang berpihak kepada masyarakat dan lingkungan hidup yang adil dan berkelanjutan. Transisi energi juga harus disertai dengan transformasi tata kelola dan kelembagaan dengan aksi yang sejalan dengan Persetujuan Paris untuk mencegah kenaikan temperatur rata-rata global maksimum 1,5” Tutup Beyrra Triasdian, Program Manager Trend Asia.
Sangatlah penting bagi para penyusun skema transisi energi Indonesia seperti Sekretariat JETP untuk mengenali dan memahami realita yang terjadi di lapangan.
Transparansi informasi yang radikal, termasuk dokumen perencanaan kebijakan investasi komprehensif, seharusnya sedari awal dapat diakses dengan mudah, cuma-cuma, dan dapat diberikan masukan oleh publik luas dalam kerangka partisipasi publik yang bermakna. Tanpa diawali dengan transparansi yang radikal, kata Just atau Adil dalam JETP, hanya akan menjadi pemanis dari transisi yang tidak akan berkelanjutan.