Sumber Kerugian GoTo Tahun 2022 Didominasi Aspek Non Kas

Iwan Supriyatna Suara.Com
Selasa, 21 Maret 2023 | 08:03 WIB
Sumber Kerugian GoTo Tahun 2022 Didominasi Aspek Non Kas
Ilustrasi GoTo.
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - PT Goto Gojek Tokopedia Tbk (GoTo) berhasil menutup tahun 2022 dengan sejumlah indikator kinerja keuangan yang positif.

Kendati masih mencatatkan kerugian di akhir tahun, secara fundamental semua pilar bisnis ekosistem digital terbesar di Indonesia ini mencatatkan pertumbuhan luar biasa.

Sumber kerugian perseroan di tahun 2022 lebih banyak disebabkan oleh aspek non kas dan efek dari kebijakan yang hanya dibukukan sekali.

Mengutip rilis resmi GoTo, beberapa aspek non kas tersebut diantaranya adalah goodwill impairment senilai Rp 11 triliun, investasi di JD, peningkatan beban kompensasi berbasis saham akibat penyesuaian asumsi masa kerja karyawan, serta beban restrukturisasi.

“Hal ini tidak merefleksikan kinerja operasional perseroan,” jelas manajemen GoTo dalam rilis resminya.

Secara operasional, kinerja Grup GoTo justru menunjukkan kinerja yang sangat kuat. Pendapatan bruto segmen On Demand Services pada tahun 2022 naik 32% menjadi Rp 13,6 triliun secara tahunan atau year on year (yoy).

Segmen E-Commerce mencatat pendapatan bruto sebesar Rp 8,6 triliun, naik 38% yoy, sementara segmen Financial Technologi Services meraih pendapatan bruto sebesar Rp 1,7 triliun, tumbuh 43% yoy.

Secara kumulatif, total pendapatan bruto GoTo pada tahun 2022 mencapai Rp22,9 triliun. Angka ini meningkat sebesar Rp5,9 triliun dibandingkan Rp17,0 triliun pada tahun 2021. Sehingga berdampak terhadap pendapatan bersih Perseroan melonjak 120% atau sebesar Rp6,1 triliun menjadi Rp11,3 triliun pada tahun 2022.

Sejumlah kebijakan yang dilakukan manajemen GoTo pada tahun 2022 juga telah berdampak positif terhadap efisiensi bisnis perusahaan. Sebagai contoh, upaya penghematan yang dilakukan pada kuartal IV-2022 mampu menurunkan beban operasional tetap (fixed operating expense) rata-rata bulanan hingga 20% pada periode Januari-Februari 2023 senilai sekitar Rp 200 miliar. Jumlah ini diperkirakan akan terus membesar hingga akhir tahun.

Baca Juga: Bakar Uang Dipangkas, Jumlah Transaksi dan Pelanggan GOTO Justru Naik Tajam

Sementara berkurangnya insentif dan pemasaran produk pada kuartal IV-2022 sebesar 34% dibandingkan periode sama tahun 2021, mampu memangkas pengurangan beban kuartalan hingga senilai Rp 2,8 triliun.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI