"Lahan sawah kita sebenarnya 7,4 juta ha, tapi luas tanam lebih dari itu, agar ada percepatan tanam. Jangan dikasih jeda terlalu lama, karena air masih ada. Kami bersama gubernur dan bupati akan serempak melakukan langkah itu," tuturnya.
Lebih lanjut SYL menyebutkan, produksi padi di Kabupaten Ngawi jauh lebih tinggi, mencapai 8 ton per ha, jika dibanding daerah lainnya yang hanya 6 ton per ha. Padahal lahan di Kabupaten Ngawi bukan sawah irigasi, tapi menggunakan pompa air namun perlakuanya oleh petani cukup baik.
"Oleh karena itu, perintah Presiden untuk perbanyak dryer, power thresher, bahkan karena harga gabah lebih tinggi menggunakan combine dibanding sabit, maka perbanyak combie dan kami siap sampai 1.000 unit menggunakan dana KUR. Bahkan penggilingan padi harus dibina dengan baik dan menggunakan KUR untuk meningkatkan kelasnya agar kualitas beras yang dihasilkan juga bagus," ucapnya.
Luas panen pada Maret 2023 di Kabupaten Ngawi sendiri 32.676 ha dari luas panen Provinsi Jawa Timur 375.403 ha. Harga gabah saat ini di Kabupaten Ngawi untuk panen secara manual Rp4.700 sampai 4.900 /Kg sementara yang menggunakan combine harvester Rp 5.000 sampai Rp 5.500 /Kg.