Selang setahun, Susilo yang sebelumnya menjabat sebagai wakil presiden direktur pun ditunjuk sebagai presiden direktur menggantikan kakaknya.
Susilo sendiri memang sudah disiapkan untuk menjadi pewaris Gudang Garam, jauh sebelum sang kakak meninggal dunia.
Tepat pada tahun 1979, Susilo berperan dalam pengembangan mesin khusus untuk produksi rokok kretek, dan pada tahun 2022, Susilo pun membuat inovasi rokok kretek mild dengan kadar nikotin dan tar yang lebih rendah.
Susilo cukup berjasa dalam merumuskan penemuan metode filter rokok, dan mendapatkan hak paten di Amerika Serikat (AS) pada tahun 2022.
Upaya tersebut dilakukannya bersama rekan bisnisnya yang bernama Buana Susilo, atau yang sebelumnya menjabat sebagai direktur manufaktur PT Gudang Garam Tbk.
Di bawah kepemimpinan Susilo, Gudang Garam semakin dikenal sebagai salah satu produsen rokok terbesar yang ada di Indonesia, dengan produksi hingga 70 miliar batang pertahun.
Adapun pangsa pasar Gudang Garam ini berkembang tidak hanya di pasar domestik, tetapi juga mencakup ekosistem internasional.
Pada tanggal 2 Februari 2023, berdasarkan dari data yang dikeluarkan oleh Forbes, disebutkan bahwa kekayaan dari Susilo Wonowidjojo mencapai US$3,5 miliar atau setara dengan Rp 52,03 triliun dalam asumsi kurs Rp 14.868 per-dolar AS.
Diketahui saat ini, Susilo Wonowidjojo tercatat sebagai orang terkaya ke-14 di Indonesia. Sebelumnya, ia sempat masuk jajaran 10 orang terkaya di Indonesia.
Baca Juga: Profil Kiky Saputri, Pernah Jadi Guru Honorer yang Gajinya Kurang dari Sejuta Perbulan
Namun, kekayaannya menguap diduga dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah semakin gencar mengekang kebijakan untuk mengurangi konsumsi rokok.