Selain empat jaringan televisi swasta (RCTI, MNCTV, GTV, dan iNews), grup media Hary Tanoe juga mencakup beberapa jaringan radio seperti Trijaya FM. Bisnis Hary Tanoe pun mencakup beberapa media cetak seperti surat kabar Harian Seputar Indonesia, majalah ekonomi dan bisnis Trust, dan tabloid remaja Genie.
Pada tahun 2011, majalah Forbes merilis daftar orang terkaya di Indonesia dengan Hary Tanoe menduduki peringkat ke-22 dengan total nilai kekayaan sebesar US$ 1,19 miliar. Saat ini, Hary Tanoesoedibjo juga menjadi jajaran direksi beberapa perusahaan seperti MNC Group dan HT Investment Development Ltd.
Bisnis Batu Bara
Kemudian pada 2022 lalu, Hary Tanoe mengubah lini bisnis PT MNC Energy Investments Tbk (IATA) dari maskapai penerbangan menjadi batu bara yang berkembang pesat hingga labanya jadi Rp 696 miliar.
Melesatnya kinerja perusahaan Hary Tanoe itu merupakan hasil dari langkah strategis perseroan yang mengalihkan fokus bisnisnya menjadi perusahaan yang bergerak di bidang energi dan investasi, dengan mengakuisisi PT Bhakti Coal Resources (BCR).
BCR merupakan perusahaan eksplorasi dan produsen tambang batu bara di Sumatera Selatan yang juga merupakan perusahaan induk dari 10 perusahaan pemilik Izin Usaha Pertambangan (IUP), yang secara total memiliki estimasi sumberdaya sebesar 1,75 miliar MT dan estimasi cadangan sebesar 750 juta MT.
Sebelum 'banting setir' ke industri batu bara dan migas, IATA bernama PT Indonesia Transport & Infrastructure Tbk. Hary Tanoe sempat mengatakan bisnis penerbangan tetap dimiliki dan dijalankan melalui anak usahanya tetapi bukan lagi menjadi induk dan bisnis di sektor utama.
Kontributor : Trias Rohmadoni