“Saya termasuk yang meyakini bahwa dalam satu dekade ke depan jumlah pengguna EV akan semakin meningkat dan hal ini sesuai dengan program elektrifikasi nasional pemerintah Indonesia,” ujarnya.
Melihat hal tersebut, Alamsyah pun menyatakan bahwa di tahun 2023 ini, selain tetap memacu pasar kendaraan non-listrik, Fox Logger juga semakin membidik pasar kendaraan listrik. Untuk target pencapaian Fox Logger di tahun 2023 itu sendiri, dia tetap mematok target yang pernah dicanangkan sebelumnya.
“Kami masih memasang target penjualan sebesar Rp100 miliar yang sempat kami utarakan tahun lalu, yang terganggu imbas pecahnya perang Rusia dan Ukraina,” ujarnya.
Selagi mengejar target tersebut, Fox Logger juga tetap pada rencana sebelumnya. Kini Fox Logger terus mengejar penyelesaian pembangunan Tower Fox Logger setinggi 8 lantai yang berlokasi di Jakarta Pusat.
“Saat ini proses pembangunan Tower Fox Logger sudah menyelesaikan tahap Topping Off, dan apabila semua berjalan sesuai rencana awal, kami sudah bisa menempati gedung tersebut dalam beberapa bulan ke depan,” paparnya.
Selain membangun Tower, Fox Logger selaku pemain utama pasar GPS berbasis IoT di Indonesia, juga terus mematangkan rencana IPO-nya.
“Target kami di tahun 2023 adalah melakukan IPO di bursa dan sejauh ini segala sesuatunya masih berjalan on the track,” tutup Alamsyah.