Harga Rokok Awal Tahun Naik, Ahli Hisap Siap-siap Rogoh Kocek Dalam

Selasa, 20 Desember 2022 | 10:22 WIB
Harga Rokok Awal Tahun Naik, Ahli Hisap Siap-siap Rogoh Kocek Dalam
Pedagang menunjukkan cukai rokok yang di jual di Jakarta, Sabtu (5/11/2022). ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Menteri Keuangan atau Sri Mulyani Indrawati telah memutuskan untuk menaikkan  tarif cukai hasil tembakau atau CHT atau cukai rokok.  Kenaikan cukai rokok ini mempengaruhi batasan minimum harga jual eceran atau HJE.

Kenaikan cukai rokok tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 191 Tahun 2022 tentang Perubahan Kedua Atas PMK Nomor 192 Tahun 2021 tentang Tarif Cukai Hasil Tembakau Berupa Sigaret, Cerutu, Rokok Daun atau Klobot dan Tembakau Iris.

"Kebijakan penyesuaian tarif CHT telah mempertimbangkan sisi makro ekonomi. Apalagi, di tengah situasi ekonomi domestik yang terus menguat dalam masa pemulihan ekonomi nasional," ujar Sri Mulyani dalam keterangan tertulis, Senin (19/12/2022).

Adapun, kenaikan tarif cukai rokok sigaret rata-rata sebesar 10% pada tahun 2023 - 2024. Sedangkan, tarif cukai jenis Sigaret Kretek Tangan (SKT), kenaikan maksimum 5%.

Baca Juga: Industri Tembakau Alternatif Masih Menghadapi Tantangan Berat, Isu Nikotin dan Tar Kini Merebak

Selain cukai rokok tembakau, cukai rokok elektrik dan Hasil Pengolahan Tembakau Lainnya (HPTL) juga mengalami kenaikan dengan rata-rata 15% dan 6% setiap tahunnya untuk dua tahun ke
depan.

Pedagang menunjukkan cukai rokok yang di jual di Jakarta, Sabtu (5/11/2022). ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
Pedagang menunjukkan cukai rokok yang di jual di Jakarta, Sabtu (5/11/2022). ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

Berikut batasan harga jual eceran rokok per batang setelah kenaikan cukai rokok:

  1. Sigaret Kretek Mesin (SKM)
    a. Golongan I harga jual eceran paling rendah Rp 2.055/batang, naik dari harga Rp 1.905
    b. Golongan II harga jual eceran paling rendah Rp 1.255/batang, naik dari harga Rp 1.140/batang
  2. Sigaret Putih Mesin (SPM)
    a. Golongan I harga jual eceran paling rendah Rp 2.165/batang, naik dari harga Rp 2.005/batang
    b. Golongan II harga jual eceran paling rendah Rp 1.295/batang, naik dari harga Rp 1.135/batang
  3. Sigaret Kretek Tangan (SKT) atau SPT
    a. Golongan I harga jual eceran paling rendah Rp 1.250/batang sampai Rp 1.800/batang, naik dari harga Rp 1.635/batang
    b. Golongan II harga jual eceran paling rendah Rp 720, naik dari harga Rp 600 per batang.
    c. Golongan III harga jual eceran paling rendah Rp 605, naik dari harga Rp 505.
  4. Sigaret Kretek Tangan Filter (SKTF) atau Sigaret Putih Tangan Filter (SPTF)
    Harga jual eceran paling rendah Rp 2.055/batang, naik dari harga Rp 1.905/batang
  5. Sigaret Kelembak Kemenyan (KLM)
    a. Golongan I harga jual eceran paling rendah Rp 860, naik dari harga Rp 780
    b. Golongan II harga jual eceran paling rendah Rp 200, tidak ada perubahan
  6. Jenis Tembakau Iris (TIS)
    Harga jual paling rendah Rp 55-180, tidak ada perubahan
  7. Jenis Rokok Daun atau Klobot (KLB)
    Harga jual paling rendah Rp 290, tidak ada perubahan
  8. Jenis Cerutu (CRT)
    Harga jual paling rendah Rp 495 sampai Rp 5.500, tidak ada perubahan

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI