Tips Menjadi Stockist, Apa Bedanya dengan Dropshipper?

Vania Rossa Suara.Com
Rabu, 19 Oktober 2022 | 18:56 WIB
Tips Menjadi Stockist, Apa Bedanya dengan Dropshipper?
Ilustrasi stockist. (Elements Envato)
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Agar mempermudah kamu dalam mencari produk jualan, jangan lupa memberikan kode pada setiap barang yang kamu jual. Terlebih kalau produk yang kamu jual beragam.

3. Tentukan jumlah stok minimum

Kamu harus menentukan jumlah minimum dari produk laris yang kamu jual agar tidak terjadi kekosongan stok saat pembelian oleh pelanggan. Tantangannya adalah kalau kamu berjualan di berbagai platform marketplace, di mana tentu akan sulit untuk update stok secara manual, Kamu dapat menggunakan jasa pihak ketiga yang dapat secara otomatis update stok barang dan saat stok mulai menipis Kamu juga akan diingatkan oleh sistem.

4. Lakukan proyeksi durasi barang habis

Untuk menghindari kekosongan stok, kamu juga dapat memproyeksikan atau memperkirakan kapan stok akan habis dengan cara melihat rata-rata pembelian barang setiap harinya. Apabila sudah mendapatkan angka rata-rata pembelian, maka angka ini dijadikan pembagi untuk jumlah stok yang tersedia kemudian akan keluar hasil proyeksi berapa hari stok akan habis.

5. Melakukan stock opname

Stock opname berguna untuk mencocokkan pencatatan dengan barang fisik. Dengan begitu, kamu dapat mengecek kembali barang yang ada agar stok dapat terus terkontrol.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI