Gelombang PHK Melanda Shopee: Janji Beri Pesangon hingga Asuransi Kesehatan sampai Akhir Tahun

Selasa, 20 September 2022 | 14:26 WIB
Gelombang PHK Melanda Shopee: Janji Beri Pesangon hingga Asuransi Kesehatan sampai Akhir Tahun
Shopee PHK karyawan dengan alasan efisiensi. [Dok.Antara]
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Shopee Indonesia melakukan PHK sejumlah karyawan sebagai langkah efisiensi karena perusahaan melakukan penyesuaian melalui beberapa perubahan kebijakan bisnis. Jumlah karyawan yang di-PHK sebanyak 3 persen dari total jumlah karyawan Shopee.

Dengan mengambil data jumlah karyawan perusahaan milik Sea Group itu di Indonesia sebanyak 6.232 orang sehingga diperkirakan ada 187 pegawai yang dilepas Shopee. Yuk simak fakta gelombang PHK Shopee berikut ini.

Alasan PHK Shopee Indonesia

Keputusan PHK adalah langkah terakhir setelah Shopee mengambil rangkaian langkah efisiensi. Perubahan kebijakan bisnis tersebut berdasarkan pertimbangan perusahaan yang memandang harus ada langkah antisipasi akan ketidakpastian di masa mendatang.

Ketidakpastian di masa mendatang itu telah disampaikan oleh sejumlah lembaga inetrnasional seperti Bank Dunia dan Dana Moneter Indonesia (IMF). Oleh karenanya, Shopee tak lagi berfokus mengejar pertumbuhan bisnis melainkan mencari keuntungan atau laba.

Klaim Sudah Lakukan Serangkaian Langkah Sebelum PHK

Shopee Indonesia mengklaim telah melakukan beragam langkah sebelum akhirnya mem-PHK sejumlah karyawan, salah satunnya adalah penghematan dari biaya perjalanan bisnis.

Selain itu sejumlah promo pun telah dikurangi namun pihak manajemen memastikan hal tersebut tidak mengurangi kepuasan pelanggan.

Fokus Perusahaan Secara Global

Baca Juga: Pemprov DKI Jakarta Siap Bantu Mediasi Pemenuhan Hak Eks Karyawan Shopee

Kebijakan Shopee Indonesia tersebut tak lepas dari fokus perusahaan global yang tengah menggenjot efisiensi. Para pejabat jajaran eksekutif Shopee bahkan memutuskan tak mengambil gaji mereka untuk melindungi perusahaan dari perlambatan ekonomi yang mengancam. 

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI